Guru SMPN Kabupaten dan kota Pariaman Diberi Pelatihan Tenun

Iwosumbar.com, Padang – Kerangka pengembangan kurikulum prakarya Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah harus diarahkan pada pengembangan keterampilan pada tingkat manipulasi (modifikasi) yang bertujuan untuk menghasilkan produk yang bersifat multi desain berbasis pada potensi kearifan lokal (K2013).

Demikian disampaikan oleh Dosen Seni Rupa FBS UNP, Drs. Syafwan, M.Si. Pada media ini Sabtu (19/10/2019).

Hasil pengamatan dan diskusi tim PKM dengan guru bidang studi Seni Rupa dan Keterampilan di beberapa SMP Kota Pariaman beberapa waktu lalu bahwa, sebahagian besar guru tidak mengajarkan pembelajaran keterampilan, dan lebih mendominasikan pembelajaran seni rupa sesuai latar belakang pendidikannya.

Sehingga, tuntutan standar kompetensi khususnya pembelajaran keterampilan tidak berjalan menurut semestinya. Maka dalam pengabdian PKM UNP memberikan pelatihan peningkatan kemampuan guru SMP di Kabupaten dan Kota Pariaman dalam pembelajaran keterampilan.

“Pembelajaran tersebut berupa Kerajinan Tenun Kartu untuk produk-produk benda pakai dan benda seni” sebut Drs. Syafwan, M.Si.

Menurut Drs. Syafwan, M.Si. selaku ketua pelaksana kegiatan pelatihan tersebut menyatakan bahwa pelatihan itu bertujuan untuk membekali pengetahuan dan keterampilan guru SMP Kota Pariaman dan SMP Kabupaten Padang Pariaman.

Proses pelatihan tenun telah dilaksanakan pada tanggal 30 Juli s.d 23 Agustus 2019 lalu oleh 4 orang dosen Seni Rupa yakni, Drs. Syafwan, M.Si, Drs. Irwan, M.Sn, Drs. Erwin, M.Sn dan Dra. Zubaidah, M.Pd., dibantu dua orang mahasiswa seni rupa Melpita Sari dan Susi Susanti, bertempat di SMPN 2 Kota Pariaman.

“Kegiatan pelatihan sendiri membuat beberapa Karya Tenun Kartu oleh Peserta berupa produk Gelang dan Ikat Pinggang” ujar Syafwan.

Tentu saja hal itu disambut baik oleh Eka Satria S.Pd. selaku mitra kegiatan bersama peserta lainnya yang sangat bangga dan antusias dalam mengikuti pelatihan dimana belum pernah mereka dapatkan.

“Alhamdulillah, guru-guru tersebut mulai percaya diri dalam mengajarkan materi keterampilan khususnya kerajinan tenun kartu dan tenun bergambar” sebut Drs Syafwan M.Si. (**)

Bagikan