FGD, Intensifikan Sosialisasi Klasterisasi PT, Hadirkan Direktur PKPT

Iwosumbar.com, Padang – Upaya Universitas Negeri Padang (UNP) untuk meningkatkan sosialisasi informasi klasterisasi tidak hanya sebatas pimpinan universitas, akan tetapi juga melibatkan Koordinator program studi, Ketua dan Sekretaris Jurusan selingkungan UNP.

Rektor UNP, Prof Ganefri dalam acara Focus Group Discussion (FGD) digelar di Ruang Sidang Senat Lt 4 Gedung Rectorate and Research Center UNP, Senin (21/10). Hadir narasumber Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Republik Indonesia, Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., M.T.

FGD bersama Direktur PKPT Kemenristekdikti itu dilaksanakan sebagai upaya mendorong kinerja pimpinan civitas akademika UNP untuk meningkatkan kualitasnya.

Kegiatan dihadiri sekitar 75 orang terdiri dari para wakil Rektor, ketua dan Sekretaris Senat, Dekan/Direktir Pascasarjana, Para Wakil Dekan/Asdir Pascasarjana dan ketua/sekretaris LP2M/LP3M, para ketua dan sekretaris Jurusan serta koordinatior Prodi.

Dalam sambutan nya, Rektor, Prof Ganefri menegaskan bahwa kehadiran Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., M.T. sangat penting dalam rangka pengembangan rencana strategis universitas, rencana strategis fakultas, jurusan, dan program strudi. Untuk itu, maka dalam diskusi kelompok terpumpun (FGD–red) ini diundang semua pimpinan universitas, fakultas, jurusan, dan program studi.

Sementara Direktur PKPT Kemenristekdikti RI, Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., MT dalam paparannya mengatakan peningkatan kualitas perguruan tinggi sangat penting berkaitan dengan akreditasi perguruan tinggi dan klasterisasi atau pengelompokan perguruan tinggi secara nasional.

Oleh karena itu, perhatian pada peningkatan universitas merupakan tanggung jawab semua pihak, semua pimpinan universitas, pimpinan fakultas, jurusan, program studi, dan seluruh sivitas akademika.

Ditambahkannya, Kemenristekdikti bukanlah untuk melakukan pemeringkatan melainkan untuk melakukan klasterisasi (pengelompokan) dan sangat penting bagi pembinaan bagi perguruan tinggi.

“Peningkatan kualitas perguruan tinggi diperlukan tiga hal utama yakni kepemimpinan, komitmen, dan sistem yang terintegrasi. Untuk sistem yang terintegrasi ini merupakan hal utama yang perlu menjadi perhatian universitas” terangnya.

Menurutnya, pada proses akreditasi, 60 persen data kuantitatif akan diambil melalui database PDPT Kemenristekdikti. Dengan demikian, data base pada sistem yang terintegrasi perlu diperhatikan. (Humas UNP)

Bagikan