Kurang Harmonis Sriwijaya dan Garuda, Berdampak Pada Penerbangan

 

Iwosumbar.com, Jakarta – Kurang harmonisnya kerjasama antara Sriwijaya Air dengan PT Garuda Indonesia berdampak pada layanan penerbangan rute maskapai Sriwijaya Air di beberapa salah satunya di Padang Sumatera Barat.

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan terpenuhinya keselamatan, keamanan dan kenyamanan calon pengguna jasa maskapai Sriwijaya Air yang mengalami dampak pembatalan sejumlah rute penerbangan

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menyampaikan, sebagai regulator Kemenhub akan memastikan terpenuhi keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi udara dapat terjaga dengan baik sesuai yang diamanatkan UU No 1 tahun 2009 Tentang Penerbangan,” jelas Polana di Jakarta. (7/11 /2019).

Dari 30 unit pesawat yang dimiliki PT Sriwijaya Air Saat ini masih mengoperasikan sebanyak 13 unit pesawatnya. Dan sisanya tidak dapat dioperasikan dikarenakan pesawat masih dalam masa perawatan, namun ada pula yang dinyatakan Aircraft On Ground atau (AOG) sebagai dampak dari penghentian layanan penyediaan suku cadang oleh PT. GMF AA.

“Saat ini seluruh Inspektur penerbangan bidang Angkutan Udara dan Inspektur penerbangan bidang Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kantor Otoritas Bandar Udara dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melaksanakan kegiatan pengawasan dan monitoring terhadap pemenuhan aspek keselamatan dan pelayanan penumpang PT. Sriwijaya Air. Dan memastikan seluruh penumpang mendapatkan hak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Polana.

Dimana sesuai dengan ketentuan bahwa penumpang dapat melakukan proses penjadwalan ulang kembali penerbangan, pengembalian biaya tiket (refund) serta apabila terjadi keterlambatan penerbangan juga ditangani sesuai dengan ketentuan.

Serta delay management yang telah diatur sesuai ketentuan Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015 Tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia. (AD*)

Bagikan