Sekjen DPD Donny Moenek Dorong Milenial Kuasai Entrepreneur

Iwosumbar.com Padang – Bertajuk “Seminar Pengembangan Kerjasama DPD RI Dengan Lembaga Institusi Dalam Negeri dengan Tema Membangun Kerjasama dan Komunikasi Efektif dengan Perguruan Tinggi Dalam Negeri di Provinsi Sumatera Barat”

Seminar berkat kerjasama antar DPD-RI dengan UNP tersebut dihadiri ratusan mahasiswa. Sekjen DPD-RI Dr. Drs. Reydonnyzar Moenek akrab disapa Donny Moenek tampil sebagai pembicara utama. Senin pagi (2/12/2019).

Tampil dengan gaya khasnya, Donny Moenek tampil energik dan menyita perhatian peserta dengan membawakan paparan bertopik “Peluang dan Tantangan Peningkatan Kapasitas SDM (DPD RI) di Era Milenial”.

Menurut Pj Gubernur Sumbar 2015-2016 ini, Indonesia memiliki posisi strategis dengan populasi 267 juta orang, menjadi anggota G-20, Negara kunci ASEAN, Negara Demokratis terbesar ke-3, Negara mayoritas muslim terbesar dan menghargai kebhinekaan, kaya sumber daya alam.

“Merubah sebuah tantangan dan hambatan menjadi peluang, itulah manajemen stratejik. Kuncinya inovasi dan kreatifitas, inilah yang dikenal dengan milenial. Jadi adik-adik sekarang, anak-anak melineal sekarang harus memiliki kreatifitas dan inovasi tinggi agar pada 1 abad Indonesia pada tahun 2045 menjadi kunci dan penggerak utama bangsa dan negara ini,” papar nya.

Pria asli Tanah Datar yang menguasai empat bahasa ini mengungkapkan optimismenya disampaikan nya “adik-adik harus optimis, karena ada 113 juta skill workers diperlukan. 2020-2030, inilah masa puncak bonus demografi. Angkatan kerja kita akan semakin didominasi generasi milenial. Perekonomian Indonesia harus tumbuh maksimal selama periode ini. Pada tahun 2030 tersebut, Indonesia akan rangking 10 perekonomian dunia”, terangnya.

Donny Moenek ingin milenial Minangkabau dapat mengisi market opportunity pada periode 2020-2030. “We have to change, if we don’t change, we will die” ujarnya.

Dikatakannya, jangan batasi cita-cita hanya untuk menjadi Pegawai Negeri, sementara di luar peluang untuk menjadi entrepreneur lebih besar. Nilai tradisi dan genetik Minagkabau itu ada wirausaha, inilah potensi dan peluang yang harus terus diasah.

Juru Bicara Menteri Dalam Negeri (2010-2013) ini lebih jauh menegaskan, saatnya kita berlomba untuk masa depan bangsa. Meski di sisi lain dihadapkan pada data pendidikan bangsa ini, yang menyatakan 51,5% warga Negara yang hanya lulusan SD dan tidak tamat SD.

“Jawabannya adalah transformasi. Transformasi inilah yang perlu kita giatkan bersama, salah satunya dengan melakukan kerjasama-kerjasama di bidang pendidikan dengan perguruan tinggi. Sekali lagi, kita semua harus optimis akan masa depan.” katanya.

Turut hadir sebagai pembicara Anggota DPD RI utusan Sumbar, H. Leonardi Harmaini Datuk Bandaro Basa, Sip, M.H dan Rektor UNP Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd, Ph,D serta Dekan Fakultas Sosial UNP Siti Fatimah M.Pd, M.Hum.

Rektor Ganefri, memaparkan kemajuan UNP dalam mengembangkan tridharma perguruan tinggi. Yakni sebagai agent of education, research, culture, pengabdian masyarakat, kerjasama dengan dunia usaha dan industri.

“Kerjasama dengan DPD tentu akan banyak sekali yang bisa kita kembangkan. Bisa cara solusi berbagai hal terkait dengan kehidupan bangsa, terutama pendidikan nasional ke depan, perbaikan kualitas pendidikan, dosen, guru, lulusan perguruan tinggi, dan sebagainya” ujarnya.

Sementara itu, Leonardi Harmaini menjelaskan terkait kewenangan konstitusional DPD yakni fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran, DPD ini sebenarnya sudah merupakan institusi Tri Partit bersama Presiden dan DPR terkait fungsi tersebut.

“Ada kesejajaran yang berarti memang telah ada upaya untuk lebih menggigit. Namun, memang diakui, hal tersebut belum tampak dan belum optimal, ini yang perlu sama-sama kita pikirkan dan perjuangkan bersama.” katanya.

Sedangkan Dekan Fakultas Sosial Siti Fatimah memaparkan materinya terkait hubungan sosial budaya dan humaniora dengan pendekatan tangible dan intangible.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Kepala Biro Kepegawaian DPD RI Dr. Lalu Niqman Zahir, M.Si dalam laporannya menyampaikan seminar diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan pemikiran baru yang dapat memberikan warna terhadap perbaikan dan pembangunan bangsa ke depan, khususnya lembaga DPD RI. (***).

Bagikan