Kerja Nyata, Mulyadi: Pemimpin Jangan Mengumbar Janji

Iwosumbar.com, Padang – Seorang pemimpin jangan suka dan mudah mengumbar janji tetapi dengan mudah pula mengingkarinya. Itu sebuah perilaku yang sangat tidak baik.

“Kita tidak usah bicara janji, melemparkan iming-iming kepada masyarakat. Kita bekerja nyata saja, buktikan dengan kerja nyata untuk Sumatera Barat tercinta,”

Demikian disampaikan Ir. H. Mulyadi dalam pertemuan mendengarkan aspirasi dengan masyarakat di Aula Panti Asuhan Budi Mulya, Ranah, Padang Selatan, Kota Padang. Kamis (13/2 /2020).

Meski berasal dari Partai Demokrat Dapil 1 Sumbar, Mulyadi dalam berjuang untuk Sumbar tidak ada bicara Dapil. Semua kabupaten/kota adalah wilayah perjuangan di DPR RI, jadi tidak saja Agam, 50 Kota, Pasaman dan Pariaman, tetapi juga Kota Padang, Pesisir Selatan, Solok, Sijunjung dan Dharmasraya, juga Mentawai.

Dikatakannya selama tiga periode di DPR RI, dirinya terus bekerja keras untuk bisa membawa kue pembangunan ke Sumbar. Hal ini disambut tepukan riuh masyarakat yang memenuhi tempat pertemuan.

Hal itu memang sudah terbukti, Mulyadi bersama mitra kerja di DPR, telah memberikan legacy (warisan) yang monumental dalam bidang infrastruktur dan pengembangan ekonomi masyarakat, antara lain Jembatan Layang Kelok Sembilan, Fly Over Aur Kuning Bukittinggi, Jalan Sicincin-Malalak, Jalan Mangopoh-Simpang Empat, Jalan Tapan-Batas Bengkulu, Sekolah Tinggi Pelayaran di Tiram Padang Pariaman,
Revitalisasi Kawasan Pantai Carocok dan bantuan 500 lebih mesin motor tempel untuk nelayan di Sumatera Barat.

Selain itu revitalisasi Pantai Tiku Agam, Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) serta penggantian lampu jalan dengan LED. Juga Proyek PPIP dimana ratusan jorong di Sumbar memperoleh dana pembangunan infrastruktur sebesar Rp250 juta.

Di depan masyarakat, Ir. H. Mulyadi bertekad akan terus memperjuangkan kampung halamannya.

“Jika masyarakat mengamanahkan saya menjadi Gubernur Sumbar, maka perjuangan itu makin banyak dan nyata untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” tandas Mulyadi, kelahiran Agam 13 Maret 1963 ini. (ril*)

Bagikan