Wagub: Peran Ninik Mamak, Alim ulama Menentukan Generasi

Iwosumbar.com, Tajung Pati – Wakil gubernur (Wagub) ungkapkan, tahun 2030 merupakan awal babak baru, saatnya putra putri Indonesia khususnya Sumatera Barat mampu memenangkan segala bentuk persaingan global.

Karena persentase jumlah sumberdaya manusia produktif pada tahun tersebut sudah meningkat tinggi dan memungkinkan kita tampil untuk menjadi yang terbaik.

“Di tahun 2030 tersebut kita mesti sudah mampu mengelola sistem perekonomian yang baik karena potensi ekonomi kita amat banyak dan baik. Kita juga mesti menyiap generasi muda yang cerdas, berkepribadian dan memiliki keunggulan dalam daya saing”, harap Nasrul Abit.

Hal itu disampaikan Wagub dalam acara Penguatan Pembaruan Kebangsaan Etnis/Paguyuban Se Kabupaten Limapuluh Kotadi Hotel Sago Bungsu, Tanjung Pati, Kamis (13/2/2020).

Nasrul Abit juga menekankan, tantangan untuk generasi muda setiap hari, waktu demi waktu semakin nyata dan selalu menggerogoti mereka.

“Menyiapkan generasi unggul itu sesuatu yang harus untuk mewujudkan cita-cita nasional meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat Indonesia, adil dan merata”, katanya.

Nasrul Abit menyampaikan, saat ini berdasarkan hasil penelitian 70 persen pengindap penyakit mematikan, HIV Aids berasal dari hubungan sejenis, laki-laki dengan laki-laki.

Dalam acara tersebut Wagub juga mengingatkan pada peserta untuk bisa mengingatkan pada anak dan kemenakan untuk menghindari segala bahaya kenakalan dan merusak seperti, pengaruh Narkotika, dan pengaruh LGBT

“kesuksesan pendidikan keagamaan menjadi sesuatu benteng moral yang baik. Karena itu berbagai program magrib mengaji, subuh berjamaah, pesantren ramadan dan ajaran didikan keiman menjadi penting dalam mengisi rohani mereka dengan baik”, terangnya.

Mewujudkan generasi muda yang unggul, cerdas dan berkepribadian merupakan tugas kita bersama-sama. Wadah pendidikan sekolah, masjid,orang tua, guru dan peran masyarakat dilingkungan mereka menjadi sangat penting.

Untuk di Sumatera Barat peran ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai dan bundo kanduang menjadi penentu dan sesuatu yang mesti digerakkan bersama-sama”, himbaunya. (**)

Bagikan