Grudug” KPU, Blanko Tidak Mendukung Perseorangan Beredar

Iwosumbar.com, Padang- Puluhan pendukung Fakhrizal-Genius Umar dari berbagai daerah Sumatera Barat mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar, Selasa (7/7/2020).

Puluhan pendukung Fakhrizal-Genius Umar tersebut merasa ada upaya dari pihak pihak lain untuk menggagalkan Paslon mereka untuk lolos di calon perseorangan.

Sambil menunggu Koordinator dan tim ITE berkordinasi dengan petugas KPU Sumbar, Pendukung setia lainnya tampak menunggu hasil konsultasi di halaman dan depan kantor penyelenggara Pilkada tersebut.

Seorang simpatisan, Venture pada wartawan mengatakan, petugas verifikasi faktual datang kerumah pemilik KTP mendukung Fakhrizal-Genius, namun dengan memberi pertanyaan menjebak, dengan menanyakan opsi pilihan bakal calon.

“Ada pendukung kita diseberang palinggam didatangi tim verifikasi, namun mereka bertanya bapak mau milih pak M atau pak Fakhrizal, ini suatu penjebakan dan tidak etis,” ucap si Venture.

Tim petugas datang kerumah pemilik KTP pendukung sekitar pukul 10.00 Wib – 11.30 Wib, dan mereka sedang berada di sawah atau bekerja diluar rumah, pihak petugas hanya meminta agar yang bersangkutan datang ke KPU, ini membuat masyarakat pendukung enggan.

“Salah satu contoh di kabupaten Pessel, ketika petugas verifikasi datang, orangnya sedang bekerja dan disuruh ke KPU, bahkan naifnya lagi ada yang disodori langsung blanko tidak mendukung, ini seperti indikasi upaya sistematis untuk menggagalkan calon kami untuk bisa lolos,” kata si Ventur.

Blanko siluman tersebut umumnya telah beredar dimana mana, dan bukti itu tersebut dibawa tim pemenangan, untuk dijadikan bahan komplain terhadap penyelenggara dilapangan.

Begitu juga tim pemenang dari 50 Kota mereka menemukan kejanggalan dalam verifikasi, diantaranya petugas tidak mendatangi rumah pemilik KTP pemberi dukungan pada Paslon Fakhrizal-Genius.

“Banyak upaya yang dilakukan untuk menggagalkan, namun kami minta penyelenggara tidak ikut pula berpolitik dengan mempersulit atau memberikan blanko bodong, dimana masyarakat pedesaan atau kampung-kampung tidak akan pernah mau mebaca dan langsung tanda tangan, padahal mereka pikir blanko mereka untuk dukungan,” tegasnya.

Lebih naif lagi, di kota Solok petugas verifikasi juga tidak ada mendatangi rumah pemilik KTP pendukung, seperti yang dikatakan Dedi warga Laing, kecamatan Tanjung Harapan.

“Saya sendiri sampai saat ini belum juga didatangi team verifikasi, padahal saya dan keluarga sudah standby untuk menunggu petugas ,” tutur Dedi yang juga tiba di KPU.

Demikian juga dengan dengan Yose warga Koto Baru, dimana sampai saat ia mendatangi KPU belum juga didatangi petugas KPU.

Pendukung Fakhrizal-Genius meminta agar KPU dan jajaran sebagai penyelenggara bisa bertindak dan berlaku netral, sehingga tidak menimbulkan prasangka dan gejolak dimasyarakat.

“Kami minta pada KPU lakukan verifikasi dengan benar dan tindak tegas petugas yang bermain politik dengan tidak mendatangi rumah pendukung, atau menyodorkan blanko bodong,” pungkas Mulyadi yang berdomisili di HR. Hakim Padang. (**)

Bagikan