BUMDes KMB Masuk Dalam Daftar 30 Terbaik Indonesia

Iwosumbar.com, Sawahlunto – Berdasarkan realis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Indonesia didaftar Kementerian PDT, dari 32 ribu seluruh Indonesia BUMDes Kumbayau Maju Bersama (KMB) masuk di dalam 30 terbaik yang mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di sektor perdagangan dan perbankan Desa.

Guna mengembangkan bisnis disektor Mikro dan mempermudah pelayanan tabungan serta pembelian rempah-rempah dari petani, BUMDes KMB secara resmi telah membuka kantor pelayanan Operasionalnya dipusat kota Pasar Talawi Kota Sawahlunto

Peresmian kantor tersebut dihadiri oleh unsur pemerintahan, Kepala Desa Kumbayau H.Ali Amran,SH, Direktur BUMDes F.Ferdian Dt.Dinagari, SST, SE,MAB, pada Minggu (5/08).

Dengan adanya kantor tersebut diharapkan selain mempermudah pelayanan juga bisa meningkatkan transaksi serta jual beli hasil dari petani dimana sebelumnya hanya ditingkat warga Kumbayau kini sudah merambah ke Daerah lainya.

Direktur BUMDes Kumbayau F.Ferdian, juga Ketua Forum BUMDes/BUMNag Provinsi Sumbar mengatakan, pihaknya terus melakukan pengembangan usaha dan pelayanan secara maksimal terhadap mitra dagang seperti petani rempah, para nasabah, dan pengusaha kencil insustri kreatif lainnya.

Kantor KMB baru yang terletak di pusat ibu kota tersebut dapat melayani 8 unit usaha yang tengah dikembangkan diantaranya Bank Desa, pengadaan air bersih, perdagangan hasil bumi dan perdagangan umum, serta usaha olahan pertanian.

“Namun yang paling potensial untuk dikembangkan saat ini adalah hasil bumi rempah-rempah salah satunya buah pinang karena pasar sudah terbuka untuk eksport ke India, Turki, dan Nepal” ujar Ferdian.

“Saat inj permintàan berkisar sekitar 20 ton untuk sekali kirim” ujarnya.

KMB siap memenuhi permintaan tersebut, saat ini kami menampung 5 sampai 10 ton produksi perminggu dan untuk itu kami tengah menjajaki prosedur pengiriman kerjasama dengan PT Pos Indonesia, Kadin, serta Kepabeanan, dimana terlebih dahulu harus memperoleh sertifikasi kualitas barang (MSDS) untuk diekspor, terang Ferdian.

Saat ini harga pinang dengan kualitas biasa (dibelah) dibandrol seharga Rp 8 ribu per kilo, sedangkan kualitas terbaik (bulat) dan matangnya sempurna di bandrol dengan pembelian seharga Rp 25 ribu per kilonya.

Terbuka peluang bagi petani untuk membudidayakan tanaman pinang dan berharap pemerintah bisa untuk membantu penyediaan bibit pinang unggul dan diberikan kepada petani, ujarnya.

Sementara, Kades Kumbayau juga komisaris BUMDes Kumbayau Ali Amran menyebutkan, usaha yang dikembangkan sàat ini lebih fokus ke investasi yang dengan konsep kearifan lokal untuk menghidupkan perekonomian masyarakat di pedesaan.

“Kami siap untuk memberi kuntungan 75 persen dari modal yang di investasikan” tutur Ali Amran.

Ali Amran Optimis BUMDes namanya sudah terkenal dan pusat percontohan secara nasional ini mampu mengepakkan bisnis disektor mikro ekonomi kerakyatan serta mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PDT yang telah banyak membina dan memberikan inovasi. (**)

Bagikan