• Home »
  • EKONOMI »
  • Authentic Minangkabau tampilkan Pakaian khas Pukau Raja dan Perantau

Authentic Minangkabau tampilkan Pakaian khas Pukau Raja dan Perantau

Iwosumbar.com, Batusangkar – Ratusan tamu dan undangan terdiri dari raja-raja se-nusantara dan perantau Minang terpukau oleh penampilan puluhan model yang menampilkan pakaian khas Minangkabau dalam ajang Fashion Show Authentic Minangkabau di Hotel Emersia, Kamis (29/11) malam.

Perempuan Minang modern yang ideal adalah perempuan yang mengikuti perkembangan zaman, namun tetap memegang nilai-nilai perempuan Minang dalam menjalankan roda kehidupan.

Hal itulah yang ingin ditonjolkan Riza Rozana, perancang busana asal Tanah Datar yang berkiprah di Sun Summit, Jakarta. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Festival Pesona Budaya Minangkabau 2018.

Riza Rozana menyampaikan, dalam Fashion Show Authentic Minangkabau, para model memerankan perempuan yang ramah tamah, suka berdagang dan bersilaturrahmi.

“Perempuan Minang itu harus jadi perempuan jaman now yang tak meninggalkan budaya. Perempuan yang ada di Pasar Van Der Capellen, Kota Batusangkar adalah salah satu inspirasi saya dalam membuat karya ini, makanya properti dalam fashion show ini dibuat seperti suasana Pasar Van Der Capellen,” ujar perempuan asli Tanah Datar yang karyanya sudah tampil di berbagai kota di Asia dan Eropa ini.

Riza memaparkan, ada 12 karya yang ditampilkan, yaitu pakaian dengan kombinasi Songket Lintau dan Batik Pariangan. Karya ditampilkan dengan nuansa etnik dengan harapan memperkenalkan pakaian produk Tanah Datar yang sedang menggeliat.

Ketua Dekranasda Tanah Datar, Emi Irdinansyah mengatakan, Fashion Show Authentic Minangkabau merupakan terobosan baru Disparpora Tanah Datar yang dilaksanakan dalam rangkaian Festival Pesona Budaya Minangkabau.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat membuat produk pakaian asli Tanah Datar lebih dikenal dan membuat perekonomian Tanah Datar menjadi meningkat. “Tanah Datar tak punya sumber daya alam, namun kerajinan dan pakaian khas Tanah Datar dikenal dan terjual, maka akan membuat perekonomian meningkat,” ujar Emi Irdinansyah.

Wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Dharma mengatakan, hari ini telah lahir produk khas Tanah Datar, seperti songket Lintau dan Batik Pariangan. Diharapkan perantau dan undangan yang hadir ikut membantu mempromosikan produk ini.

Selain karya Riza Rozana, dalam iven ini juga ditampilkan desain karya Upik Bintang dan Johan Kurniawan.

Upik Bintang membawakan karya dengan desain sulam samek yang merupakan spesialisasi peremouan asal Sungayang, Tanah Datar ini.

Sekadar diketahui, Festival Pesona Budaya Minangkabau merupakan salah satu iven pariwisata yang termasuk dalam 100 Wonderfull Event di Indonesia. Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam iven yang digelar pada tanggal 28 November – 2 Desember 2018.

Ada Pagaruyung Expo, Fashion Show Authentic Minangkabau, Minangkabau Bike, Pasar Van Der Capellen, dan berbagai kegiatan lainnya. (rel)

Bagikan