• Home »
  • HUKUM »
  • FKP Tekno-Sosio Siteba Gelar Kegiatan Peringati Hari HIV/AIDS

FKP Tekno-Sosio Siteba Gelar Kegiatan Peringati Hari HIV/AIDS

Iwosumbar.com, Padang – Forum Komunikasi Pemuda (FKP) Tekno-Sosio Siteba, gelar beberapa kegiatan dalam peringatan hari HIV /AIDS sedunia di jalan teknologi V Siteba Minggu (2/12).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu selain turnamen futsal juga diisi dengan kampanye, sosialisasi dan edukasi terkait waspada, antisipasi dini terhadap LGBT dan HIV/AIDS serta aksi donor darah, pemeriksaan gratis HIV/AIDS bertema “Nanggalo Menolak LGBT”.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Dian Fakri mewakili Pemko Padang menyambut baik digelarnya event tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Padang, kita sangat menyambut kegiatan yang sangat positif ini,” sebut Dian.

Dian juga mengatakan, sekaitan peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia yang dilakukan FKP Tekno-Sosio Siteba Padang sangat penting, untuk menghindari terjangkitnya penyakit yang mematikan bagi warga.

“Sekali lagi kami berharap, mari kita perangi HIV/AIDS dan LGBT di kota ini. Begitu juga terhadap maksiat, narkoba, judi dan hal negatif lainnya,” terang Dia.

Sementara panitia pengarah peringatan hari HIV/AIDS Sedunia oleh FKP Tekno-Sosio Siteba Padang, Ronny Jaya menyampaikan melalui momentum hari HIV/Aids Sedunia yang telah berusia 30 tahun di tahun 2018 FKP Tekno-Sosio bertekad untuk berperan aktif, bersatu membantu pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat untuk membendung faham dan pengaruh LGBT dan peluaran HIV/AIDS khususnya di Nanggalo.

“Sehingga melalui berbagai kegiatan yang dilakukan kita harapkan masyarakat dapat menjadi sehat, sportif dan beriman,” sebutnya.

Dijelaskan, tekad tersebut dibangun berkat ikhtiar dan semangat semua Pemuda-Pemudi FKP Tekno-Sosio Siteba yang menyatukan seluruh elemen di masyarakat untuk perang terhadap HIV/AIDS, LGBT, narkoba, maksiat dan tindak Kriminal.

Tak hanya itu tambah dia lagi, tujuan lainnya yaitu mengajak dan melibat-aktifkan seluruh lapisan masyarakat, instansi terkait dan lembaga adat untuk bersama bergandengan tangan memproteksi mulai dari keluarga dan wilayah masing-masing agar terhindar dari pengaruh dan faham LGBT. Lalu mengkampanyekan Gerakan Ayo ke Mesjid, untuk memperkuat benteng akidah terhadap hal-hal yang mengikis nilai-nilai keimanan dan moril.
(David)

Bagikan