Kenyataan Insinyur Indonesia Masih Memilih Bekerja di Luar Negri

 

Iwosumbar.com, Padang – Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) digelar di Grand Inna hotel bertema “Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas dalam Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia” kamis (6/11).

Wakil Presiden RI H. Jusuf Kalla datang ke Sumatera Barat untuk menghadiri dan membuka Kongres yang dihadiri ratusan calon anggota Persatuan insinyur Indonesia,
dalam rangka dialog nasional.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam sambutannya mengapresiasi dan berterima kasih dengan digelarnya kongres PII di Padang dan menambah nilai bagi SDM dikarenakan masih banyaknya kekurangan tenaga insinyur.

Wagub juga mengungkapkan
sekitar 50 tenaga insinyur masih kurang di instansi Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pengelolaab Sumber Daya Air (PSDA) di Sumatera Barat.

Diketahui Sumatera Barat merupakan “Rawan Bencana” seperti gempa, dan tsunami, yang merupakan isu mengerikan bagi masyarakat.

Hal Ini juga diperkuat diperkuat oleh analisis lima profesor pakar Gempa dari luar negeri mereka memperkirakan dimana akan terjadi gempa besar, 8,9 SR dengan gelombang setinggi 12 meter, sekitar 2,5 km kedaratan dengan kecepatan 800 km/jam.

Kepada peserta Wagub sempat menghimbau kepada para peserta kongres untuk menikmati keindahan wisata di Sumbar serta membeli oleh-oleh sebagai ungkapan rasa cinta keluarga.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla dalam sambutannya menekankan kepada para peserta kongres, para Insinyur Indonesia tidak perlu takut bersaing dengan Insinyur dari luar.

“Insinyur kita lebih pintar buktinya Insinyur kita banyak yang dipakai di luar negeri” kata Wapres.

Kita harus bisa menjadi profesional, jangan setiap pembangunan kita masih mengharapkan tenaga insinyur dari luar negeri saja, seperti pembangunan bandara, sejak masih zaman Sukarno kita masih pakai tenaga asing, sudah 60 tahun kita harus bangkit, terangnya.

JK juga mengatakan, mulai sekarang manfaatkan tenaga insinyur nasional dan tidak adalagi pembangunan bandara yang memakai tenaga insinyur asing lagi.

Dia juga prihatin dengan banyaknya insinyur dan tenaga ahli Indonesia yang bekerja di luar negri sehingga di nasional sendiri menjadi kurang.

Masalah pendapatan tentu tak lepas dari persoalan dimana dibandingkan dengan di dalam negri tentu gaji lebih rendah dari luar negeri.

Pada laporanya Ketua Umum PII (The Instituion of Engineers Indonesia) Dr. Ir. Hermanto Dardak, M.Sc, IPU, mengatakan PII ini sudah berjalan selama 21 tahun yang dilaksanakan setiap 3 tahun sekali dalam pelaksanaan kongres dan pemilihan pengurus yang baru. Dimana pesertanya terdiri dari perwakilan 23 Provinsi dan 150 cabang dari Kab/Kota se- Indonesia.

Hermanto Dardak juga menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya membangun sumber daya manusia di bidang keinsinyuran yang mampu memberi nilai tambah Sehingga, insinyur Indonesia berdaya saing tinggi bisa lebih kompetitif dibanding negara lain.

Pembukaan Kongres PPI XXI dan Dialog Nasional dibuka oleg Wapres dengan pemukulan gong yang didampingi oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto serta Wagub Nasrul Abit. (**)

Bagikan