Pemko Beri Arahan dan Bantuan Sarana-prasarana Pada UMKM

Iwosumbar.com, Padang – Ratusan Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan se-Kota Padang menerima arahan dan bantuan Diantaranya seperti memaksimalkan peran tenaga pendamping UMKM di setiap kelurahan sekaligus pemberian insentif dan bantuan.

Untuk merealisasikan 10 Program unggulan (Progul) yang diantaranya mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan mencetak 10.000 wirausahawan baru dan pengembangan ekonomi kreatif, UMKM serta pemberdayaan masyarakat petani dan nelayan.

Pemko Padang melalui Dinas Koperasi dan UMKM akan memaksimalkan peran tenaga pendamping untuk bisa menjadi pelaku UMKM yang tangguh, sehingga pemerintah tetap bisa memantau perkembangannya.

Penyerahan sarana dan prasarana seperti barang peralatan produksi bagi UMKM tahun 2018 dan memfasilitasi standardisasi mutu yang digelar di Palanta Rumah Dinas Walikota Kamis (6/12).

“Semoga dengan adanya program pemberian bantuan peralatan produksi UMKM dan fasilitasi standarisasi mutu kali ini, semakin menambah kemampuan daya saing para UMKM di Kota Padang untuk bisa meningkatkan omset” sebut Walikota Mahyeldi dalam sambutannya.

“Saya berharap agar kedepan lebih meningkat karakter kinerjanya, harus lebih ulet, kerja keras tetap di dampingi oleh tenaga pendampingnya sehingga pemerintah tetap bisa memantau perkembangannya. Untuk itu marilah kita semua menjadi pelaku UMKM yang tangguh,” imbuh Mahyeldi lagi.

Walikota juga menekankan Dinas Koperasi dan UMKM agar lebih meningkatkan manajemennya dalam menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan dalam pembangunan koperasi dan UMKM di Kota Padang.

Terutama dalam memaksimalkan tenaga pendamping UMKM dan tenaga pendamping KJKS yang ada disetiap kelurahan sekaligus menerapkan target supaya akuntabilitas kinerja dapat terukur.

Tiga hal yang mendasar dalam UMKM yakni modal, pasar dan manajemen dari aspek permodalan, diperlukanya peran tenaga pendamping untuk bisa lebih baik dalam usaha.

“Alhamdulillah kita sudah memiliki Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) dan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSP-PS) di Kelurahan” katanya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Yunisman mengatakan selain fasilitasi pembiayaan tenaga pendamping pihaknya juga bertugas memfasilitasi peningkatan kualitas produk dan pemasaran produk UMKM.

“Saat ini secara proporsional kita terus berupaya memfasilitasi sertifikasi standarisasi produk UMKM baik itu ‘pirt’ dan label halal untuk UMKM dari kelompok usaha produksi food kemasan, pendaftaran merek untuk kelompok usaha produktif food kemasan dan non food, konte packaging serta 2 standarisasi ISO. Selanjutnya juga memfasilitasi produk UMKM yang potensial agar bisa masuk ke pasar modern atau pasar online,” sebutnya.

Selanjutnya juga tertuang dalam dokumen rencana strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UMKM tahun 2014-2019 yang menitik beratkan pada peningkatan skala usaha UMKM khususnya skala usaha mikro menjadi usaha kecil.

“Sasarannya adalah seluruh UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang yang terdiri dari 255 UMKM yang tergabung pada 10 kelompok usaha masyarakat (Pokusma) di 10 kecamatan dan 3 kelompok binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Yakni kelompok pedagang Pujasera Pantai Padang, kelompok pedagang Siti Nurbaya dan kelompok sadar wisata di Pasir Jambak. Selanjutnya yaitu 150 UMKM binaan yang menerima bantuan fasilitasi standarisasi mutu produk terdiri dari 75 UMKM di fasilitasi pirt, 50 label halal dan 25 pendaftaran merek,” paparnya. (Dvd)

Bagikan