Parade Tingkuluak Ingatkan Pada Generasi Muda Budaya Masa Lalu

Iwosumbar.com, Padang – Pertama dalam sejarah di Sumatera Barat, Kabupaten Pesisir Selatan mengenalkan potensi wisata melalui iven parade budaya Tingkuluak antar adat nagari se – Kabupaten Pesisir Selatan yang dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2018.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan dinas Pariwisata Pessel gandeng IMA chapter Padang gelar Conference pers di Hotel kawana padang Sabtu (15/12) beberkan pelaksanaan parade budaya tingkuluak pada sejumlah wartawan.

Hadir ketua Dekranasda Lisda Hendrajoni, Kadis Pariwisata Mawardi dan Novia dari Himpunan Pendamping Mandiri Indonesia (Hipemi) yang juga sebagai panitia dalam penyelenggaraan parade budaya tingkuluak.

Tingkuluak adalah penutup kepala bagi ibu-ibu minang atau bundo kanduang tempo dulu, salah satu aksesoris penting untuk digunakan sebagai penutup kepala bagi perempuan yang merupakan hiasan kepala bagj perempuan minangkabau, berbentuk runcing dan bercabang.

Sebagai pengagas parade Tingkuluak, Lisda Hendrajoni dikesempatan mengatakan,
parade Tingkuluak akan di konsep sedemikian rupa bersama-sama dengan panitia pelaksana dimulai rapat musyawarah nagari serta proses makan bajamba dengan Berdasarkan Adat Bersandi Sarak, Sarak bersandi Kitab Bulloh (ABS-SBK).

“mengenalkan potensi pariwisata, perlu kita tonjolkan potensi budaya daerah, jadi budaya yang dikedepankan, salah satunya Tingkuluak, penutup kepala bagi Bundo Kanduang yang hampir tergerus oleh globalisasi saat ini” terang Lisda Hendrajoni.

Kepala Dinas Pariwisata Mawardi menambahkan, Parade tingkuluak akan digelar di pantai muaro banting Tarusan, kegiatan akhir tahun ini diikuti oleh ditingkat nagari saja dimana pesertanya hanya 10 orang tiap nagari dengan adatnya masing-masing untuk mengangkat nilai nilai budaya dan bagian dari promosi pariwisata.

“Alhamdulillah walau persiapan hanya dalam 2 minggu namun rampung dan siap untuk dilaksanakan” katanya.

Sedangkan Ketua pelaksanaan iven budaya Tingkuluak Novia menyampaikan, walaupun dalam waktu yang cukup singkat persiapan iven tersebut telah siap dilaksanakan dan optimis akan sukses.

Dikatakannya iven tersebut dikemas dan djtampilkan ditempat objek wisata dengan membawa suasana tempo dulu dalam nagari di objek wisata pantai. Besar harapan kita, tingkuluak mengingatkan orang kembali kepada masa lalu.

Membudayakan kembali pakaian tradisional. Sehingga masyarakat bisa bangga dengan pakaian adatnya, kata dia.

“Ayo kita kembalikan budaya Minang dan kita Lestarikan kembali agar generasi muda masa sekarang kembali mengenal adat dan budaya kita” katanya.

Sementara Ainil bendahara IMA Chapter Padang mengatakan, kehadiran IMA Chapter Padang hanya mensuport kegiatan iven pariwisata, sebagai partisipasi dan berharap dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Bagikan