• Home »
  • POLITIK »
  • Sosial, Gender, Hingga Kehidupan Bawah Laut Juga Diperhatikan Edriana

Sosial, Gender, Hingga Kehidupan Bawah Laut Juga Diperhatikan Edriana

Iwosumbar.com, Padang – Bukan masalah gender dan kepentingan sosial saja, Kepedulian akan biodata laut juga terperhatikan oleh seorang aktivis dari pendiri Women Research Institute (WRI).

Senyum kecil penuh senang tampak terpancar dari wajah seorang wanita diantara para komunitas penyelam lelaki pecinta terumbu karang yang mengajaknya untuk melihat keindahan isi dari dasar dalam laut.

Dialah Edriana menaiki perahu wisata bersama komunitas selam Sumatera Barat Minangkabau Diver melaju membelah gelombang laut biru tenang melintasi beberapa pulau kecil. Minggu (67/01) lalu.

Menurut Edriana selama ini mengenal laut hanya sekedar dipermukaan saja namun kali ini berbeda, dia akan melihat langsung seperti apa isi dalam laut yang membuat Indonesia terutama daerah Sumbar begitu dikenal dunia.

“Sungguh indah akan kekayaan alam laut kita ya, saya tidak menduga betapa indahnya akan rahmat yang diberikan untuk masyarakat kita,” katanya sesekali.

Bagi aktivis perempuan yang perdana melakukan penyelaman, meskipun dirinya bisa berenang. Tetapi soal dunia selam menyelam baru kali ini akan dicoba.

Sebelum melakukan penyelaman di bawah 7 hingga 10 meter didasar laut, dirinya ditemani dari Minangkabau Diver berangkat dari Bungus menuju ke- Pulau Pagang, untuk kemudian melakukan aktivitas merakit substrat sebagai media terumbu karang yang telah dibuat sebelumnya.

Media transplantasi terumbung karang siap dilarung ke laut kedalaman tujuh meter, tepatnya sisi kanan bila meng-
hadap dari Pulau Pagang. Iapun mengenakan weitsuit atau perlengkapan baju selam, bouyancy control device (bcd) serta peralatan kebutuhan selam lainnya.

Edriana pun menyelam mencantol bibit terumbu karang pada substrat, media yang berbentuk sepeda dan besi mirip kandang ayam, berharap apa yang ditanam menjadi hasil manis kehidupan ikan, dan berdampak baik bagi nelayan dan wisatawan.

”Semoga tumbuh subur dan ikan-ikan makin banyak ya Allah,” Doanya.

Media transplantasi terumbung karang siap dilarung ke laut kedalaman tujuh meter, tepatnya sisi kanan bila meng-
hadap dari Pulau Pagang. Iapun mengenakan weitsuit (baju selam), bouyancy control device (bcd) atau pelampung selam serta peralatan kebu-
tuhan selam lainnya.

Tanhar, penyelam dari MD sebelumnya sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Edriana. Menurutnya, Edriana sosok perempuan inspiratif, dimana turut merawat dan menjaga ekosistem perairan laut dengan mengambil bagian melakukan transplantasi bagi karang.

Sementara itu, Mabruri Tanjung, instruktur selam mengatakan, Pulau Pagang merupakan kawasan perairan yang tenang. Tempat dimana banyak orang memanjakan mata untuk melihat
ikan-ikan dan terumbu karang, baik melalui snorkeling, dan diving.

Berharap isu lingkungan pesisir dan laut menjadi salah satu isu yang perlu diperhatikan, apa yang telah dilakukan Edriana secara langsung dengan melakukan transplantasi karang, wujud
bahwa upaya menyelamatkan terumbu karang dan ekositem tidak hanya sekadar berbicara di depan publik, tetapi butuh aksi nyata.

“Edriana telah membuktikan kepedulian sebelum menjadi wakil rakyat di Senayan, dan kita berharap upaya penyelamatan ekosistem perairan laut di sumbar terus berkelanjutan,” harap Dia (**)

Bagikan