• Home »
  • EKONOMI »
  • Proses Akulturasi Mantap, Tradisi Serak Gulo Masuk Kalender Pariwisata

Proses Akulturasi Mantap, Tradisi Serak Gulo Masuk Kalender Pariwisata

Iwosumbar.com, Padang – Keturunan Muslim India dikota Padang mempunyai tradisi unik yang dilakukan setiap tahunnya  yakni, Serak Gulo (tebar gula) dan telah dijadikan kalender pariwisata pada tahun 2018 lalu.

Tradisi serak gula yang terus digelar oleh keturunan India ini semakin tahun semakin meriah saja dimana setiap tahunnya peserta terus bertambah.

Tradisi Kebiasaan serak gulo dilakukan selain ajang silahturahmi sesama masyarakat juga untuk penghormatan kepada ulama. Kegiatan ini bukan hanya di Indonesia tapi ditiga negara seperti Singapura dan India tempat asalnya.

Hal kebiasaan tersebut disambut hangat oleh pemerintah kota Padang dimana tempat satu-satunya digelarnya tradisi serak gulo hanya di Padang, dan akan menggandeng Himpunan Keluarga Muhammadan (HKM) untuk terus meningkatkan kegiatan tersebut.

InsyaAllah kita dari Pemerintah Kota Padang berkomitmen akan melaksanakan tradisi serak gulo ini setiap tahun dan terus meningkatkan pelaksanaannya,” sebut Walikota, Mahyeldi Ansharullah seusai ikut langsung menyaksikan pelaksanaan Serak Gulo, Selasa (5/2).

Bahkan Mahyeldi mengatakan, untuk pelaksanaan selanjutnya, Pemko bersama dengan masyarakat HKM Padang akan berusaha meningkatkan dan menyempurnakan, dimana nantinya akan ada kuliner, seni, budaya, dan ceramahnya. Sehingga ini menjadi satu paket yang lengkap dan masyarakat bisa lama menikmatinya. Serta melibatkan pihak luar diantaranya Kedutaan Besar India.

Proses akulturasi sangat baik di Kota Padang. Begitu juga dengan masyarakat Cina, oleh karena itu, kata Mahyeldi, kegiatan ini akan terus dipelihara, akan terus dirawat. Karena memang dengan semangat ini pula Indonesia bisa merdeka.

“Budaya ini mahal, oleh sebab itu kita sebagai anak bangsa harus menjaga dan merawat semangat kesatuan bangsa,” katanya.

Ketua Umum HKM Padang, Ali Khan Abu Bakar selain  menyambut gembira atas itu dan apalagi semakin tahun ke tahub masyarakat selalu antusias dan ramai ingin menyaksikan prosesesi serak gulo.

“Ini adalah cara ulama membangun keakraban, kebersamaan, dan silahturahim antara masyarakat muslim India,” ujarnya. (**)

Bagikan