Di Pulau Pohon Besar dan Tinggi Bisa Menjadi Tempat Evakuasi

0
1

 

Iwosumbar.com, Mentawai – Simakakang Sebuah pulau yang indah masih kental dengan kenaturalanya hingga banyak pengunjung yamg datang dari luar sekedar untuk menikmati alamnya, tapi bentangan ancaman bencana mesti disiapkan dengan sistem evakuasi yang akurat dan perlu disosialisasikan kepada setiap pengunjung.

Seperti itulah kira kira disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo saat meninjau Kondisi pulau Simakakang Aloita Mentawai pada Rabu (6/2).

Doni juga menyampaikan keberadaan pohon-pohon besar yang tinggi dengan akar yang kokoh yang tingginya mencapai lebih dari 10 meter dapat dipergunakan untuk menjadi tempat evakuasi yang baik bagi masyarakat dan pengunjung yang ada disekitar.

“Karena itu perlu disiapkan sedini mungkin memanfaatkan potensi yang ada. Apakah dibuatkan jenjang dengan tali atau rotan dan akar, itu bagian dari upaya kita mengurangi resiko bencana didaerah rawan bencana”. Katanya.

Dikatakan Doni, bukan ombak besar yang membuat orang jadi korban, akan tetapi air besar dengan segala material terbawa arus yang terbawa hingga menjadi kekuatan dahsyat dan makan korban.

“Perkiraan para ahli dari kajian data sementara kecepatan air tsunami ditengah laut megathust itu bisa mencapai 700 km/ perjam, ungkapnya

Kepala BNPB juga menyampaikan, setiap resort di Kepulauan Mentawai ini mesti memiliki standar sistem penyelamat dini. Jika ada gempa yang besar lebih dari 7 Skala Ricter (SR) dan lebih dari 10 detik secepatnya bergerak cari tempat ketinggian.

Namun dalam kondisi pulau yang tingginya hanya 5 meter diatas pemukaan laut sebaiknya juga menyiapkan kapal penyelamatan untuk bisa ketengah lautan agar tidak terdampak gulungan ombak yang menerjang pulau.

Bagi setiap resort dan pemerintah daerah, hal-hal seperti ini juga hendaknya disampaikan kepada setiap orang yang datang ke pulau. Sehingga sang pengunjung paham dan memilik kesiapan juga untuk secepatnya bertindak jika terjadi bencana, kata Doni Monardo.

Sementara Katrin Aloita pemilik lokasi Aloita Simakakang mengatakan, Resort Aloita telah mempersiapkan suatu tempat evakuasi bagi tamu yang menginap jika terjadi bencana.

Sekitar 25 menit arah kebelakang perbukitan yang tinggi lebih kurang 20 meteran. Sudah ada juga penginapan Aloita disana dan jalan jalur evakuasi dengan jalan papan karena ditengah ada sedikit rawa.

“Jadi kami telah siapkan dan selalu sosialisasi kepada setiap tamu yang datang lebih awal” kata dia.