• Home »
  • HUKUM »
  • Susun RKPD 2020, Setiap Kegiatan Harus Miliki “Outcome”

Susun RKPD 2020, Setiap Kegiatan Harus Miliki “Outcome”

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2020.

Kegiatan bertema “Penyediaan Sarana, prasarana Pembangunan Kota dan Daya Berkualitas” dibuka Walikota, dihadiri seluruh kepala OPD di lingkup Pemko Padang, pemangku kepentingan, stakeholder terkait juga hadir Wawako terpilih Hendri Septa.

Mahyeldi menyampaikan, dalam Forum itu, beberapa hal difokuskan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Teknokratik yang sudah disusun berdasarkan visi-misi Walikota dan Wakil Walikota Padang terpilih periode jabatan 2019-2024.

“Sesuai dengan visi-misi yang ada yaitu masih sekaitan dengan pembangunan pariwisata, perdagangan dan pendidikan di Kota Padang,” sebut Walikota, didampingi Kepala Bappeda Medi Iswandi.

Terkait segi pendidikan, Mahyeldi menginginkan secara bertahap proses belajar mengajar di sekolah-sekolah menjadi satu shift ke depan. Dimana untuk itu perlu penambahan jumlah lokal dengan menargetkan 500 lokal lagi.

“Untuk upaya ini secara bertahap akan kita cicil setiap tahunnya, dan kita harapkan terus terjadi percepatan,” kata Dia.

Begitu juga sekaitan permasalahan infrastruktur dimana masih berkutat dalam penanganan banjir atau genangan air yang masih terjadi di beberapa titik.

“Ini juga di fokuskan, masukan-masukan yang telah dikumpulkan lewat Musrenbang Kecamatan dan Rakorbang Kelurahan sebelumnya, kepada OPD diharapkan dapat memformulasikannya kedalam masing-masing program ke depan,” katanya.

Walikota juga mengingatkan agar semua pekerjaan yang dilakukan harus memiliki “outcome” dalam artian setiap pekerjaan yang dilakukan harus menjawab permasalahan yang ada di Kota Padang.

Sebagaimana Rencana Kerja Anggaran (RKA) di masing-masing OPD akan dilihat, sehingga setiap kegiatan tampak terlihat standar keberhasilannya, begitu juga sistem akuntansi keuangan pemerintah, dapat betul-betul berjalan dengan sebaik-baiknya,” tandas Mahyeldi. (David)

Bagikan