• Home »
  • EKONOMI »
  • 2 Orang Praktik Jual Beli Kulit & Tulang Harimau Sumatera Ditangkap

2 Orang Praktik Jual Beli Kulit & Tulang Harimau Sumatera Ditangkap

Iwosumbar.com, Sumbar – Dua Orang pelaku diduga melakukan praktik jual beli kulit harimau Sumatera beserta tulang belulangnya diamankan team jajaran Ditreskrimsus Polda Sumatera Barat.

Ditreskrimsus Polda Sumbar dan team mengamankan dua orang pelaku berinisial S (Pedagang) dan A (Swasta) penangkapan dilakukan setelah mendapatkan informasi akurat dari masyarakat tentang adanya praktik jual beli kulit harimau yang dilindungi.

Ditreskrimsus Bersama BKSDA Prov Jambi dan Balai Gakkum Kementrian Lingkungan hidup Wilayah Sumatera segera turun langsung kelokasi sebuah toko barang antik di jalan A. Yani Bukittinggi untuk memastikan adanya praktik jual beli kulit harimau tersebut, pada (Jumat siang 19 april lalu) .

Kabid Humas Polda Kombes Pol Syamsi ketika menggelar Jumpa Pers pada awak media memaparkan kronologis kejadian, Ketika team gabungan sampai ditoko tersebut dan mendapatkan barang bukti, selanjutnya petugas langsung melakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti lainya seperti satu buah tengkorak harimau, satu buah tengkorak kepala tapir, dan tulang belulang lainya yang sedang terpajang untuk dijual belikan. Selasa (23/4).

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap tersangka S didapatkan pengakuan bahwa dirinya juga pernah dimintai oleh seseorang untuk menjualkan Offset Harimau (Kulit harimau yang di awetkan) team pun segera mengrebek kerumah saudara A

Ternyata dirumah A didapatkan sebuah Offset harimau dan sebuah pipa rokok terbuat dari gading gajah untuk selanjutnya team langsung membawa ke Padang untuk diproses di Polda Sumbar.

Untuk pasal yang disangkakan pada pelaku tersebut yakni, Pasal 21 ayat (2) huruf b berbunyi, setiap orang dilarang, menyimpan, memiliki, memelihara, mengamggkut, dan memeperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan mati.

Pasal 21 ayat (2) dilarang memperniagakan, menyimpan kulit tubuh, bagian lain satwa atau barang-barang yamg dibuat dari bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ketempat didalam atau diluar Indonesia.

Dikenai sanksi pasal 40 ayat 2 barang siapa melakukan pelanggaran terhadap ketentuan diatas tersebut, dipidana penjara paling lama 5 tehun atau denda paling banyak 100.000.000 (serarus juta rupiah).

“Untuk asal dan jenis kelamin barang bukti dari kulit harimau sendiri belum diketahui masih dalam proses pemeriksaan” katanya.

Menurut dari Kementrian Lingkungan hidup dan Kehutanan RI, Rusdiyan P Ritonga mengatakan kejahatan perdagangan tumbuhan dan satwa liar selama ini telah mencapai 19 triliun rupiah.

“Rata-rata pelaku memperdagangkan kulit harimau di lintas Sumatera, dan diketahui populasi harimau Sumatera saat ini hanya berkisar 600 ekor saja lagi” Pungkas dia. (**)

Bagikan