Terlalu Dini Jika Mengatakan KPU Berbuat Curang

(ket foto doc. Google)

Iwosumbar.com, Padang – Tuduhan Curang terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin mengemuka beredar di berbagai media bahkan dimedia Sosmed begitu banyak dan berseliweran melalui pesan singkat WhatsAppnya.

Tak juga dipungkiri bahkan para Ulama dan Tokoh Nasional yang tergabung didalam Ijtima ke-3 telah pula menyimpulkan terjadinya kecurangan yang tengah berlangsung.

Banyaknya klaim kejadian dalam penginputan data yang dilakukan KPU, menjadi satu dari sekian kekeliruan yang menjadi persoalan.

Menurut Dr. Asrinaldi Msi  Pengamat politik Unand, KPU sudah bekerja secara maksimal, katanya. Walulapun dirinya juga melihat adanya kelemahan mendasar KPU pada KPPS yang tidak mendapat perhatian serius.

Dikutip dari BentengSumbar.com, Asrinaldi yang juga Dosen Unand itu mengatakan, dalam Pembentukan KPPS dan anggota terlalu singkat hanya berkisar satu minggu, Ditambah dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilakukan sekali saja tentu tidak ada seleksi dan penambahan pengetahuan tentang model pemilu serentak yang pertama kali dilaksanakan.

Dan itu berakibat pihak KPU yang menerima tuduhan seperti ini karena kesalahan yang tidak disengaja karena pengetahuan KPPS yang kurang. Dia juga mengatakan Ke depan ini perlu menjadi perhatian.

“Bagi yang menuduh KPU curang tentu cara pandang ini keliru karena terlalu mengeneralisir masalah yang ada” katanya.

Asrinaldi beranggapan tuduhan dan tudingan yamg dialamatkan ke KPU, sekedar ucapan yang sengaja disampaikan untuk mendelegitimasi hasil pemilu. (**)

Bagikan