NA Prihatin, Penyakit Langka ‘GBS’ Serang Doni Hingga Lumpuh

(ket foto Wagub & dr Spesialis Cek Penyakit Doni di rumahnya. doc Lia)

Iwosumbar.com, Padang – Prima Doni atau lebih dikenal panggilan Don, akhirnya mendapatkan perhatian serius dari Pemprov Sumbar, setelah dirinya hampir dua bulan ini mengalami kelumpuhan pada tangan dan kakinya.

Doni merupakan wartawan media Online Covesia.com adalah sosok yang dikenal ulet dan gigih, bahkan acap kali dirinya dibawa keluar kota pada rangkaian acara liputan baik dari Pemprov maupun instansi lainya.

Atas nama pemerintah provinsi Sumatera Barat kita prihatin dengan apa yang alami Saudara Doni, yang saat ini mengalami sakit dimana tangan dan kakinya tidak bisa difungsikan. Sebut Nasrul Abit.

Selasa siang (14/5) Wagub Nasrul Abit (NA) berkunjung kerumah Doni bersama Kepala Dinas Kesehatan Sumbar drs. Hj. Merry Yuliesdai, MARS dan tiga orang dokter ahli saraf untuk memastikan apa penyakit yang diderita.

Berawal sepulang liputan monitoring pemilu 2019 kemarin dengan bawaslu Sumbar di Dhamasraya, tiba tiba saja kaki dan tangan Doni kehilangan tenaga, bahkan esok harinya sulit untuk difungsikan lagi.

Doni sempat di rawat di rumah sakit BMC dan menjalani sejumlah tes Tapi dikatakan semua normal. Bahkan sempat MRI di SPH dan masih tak diketahui penyakitnya.

Dikatakan Wagub, Ada dua kemungkinan penyakit yang dialami dony. Untuk mengobati dony, pilihan nya sangat sulit. Satu alat di M Djamil tak di cover BPJS dengan biaya fantastis. Satu alat lainnya, sedang rusak. Sementara ada saran berobat dengan rujukan ke RSCM Jakarta.

Sementara, dr.Dedi Sutia,Sp.s (spesialis syaraf) setelah melakukan cek pada Doni mengatakan, hasil pengamatan penyakit Guillain-Barre syndrome (GBS) terbilang langka. Yaitu kandungan protein dalam tubuh yang menyerang jaringan saraf kaki dan tangan hingga tak bisa digerakan.

GBS adalah sebuah gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang saraf. Lemah dan kesemutan pada kaki, biasanya menjadi gejala yang paling awal. Dalam bentuk yang paling parah, sindrom ini adalah darurat medis yang membutuhkan perawatan secara inap, terang dr. Dedi Sutia. (**)

Bagikan