UNP & Kota Payakumbuh MoU Khusus Program Studi Kuliner

Iwosumbar.com, Sumbar – MoU dengan Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh dan Kuliah Umum Bersama Prof Azyumardi Terlaksana Saat Gelar Silaturahmi dan Buka Bersama di Universitas Negeri Padang.

Pada gelaran buka bersama tersebut sekaligus dilaksanakan nya penandatanganan kerja sama dengan Wali Kota Payakumbuh Riza Pahlevi dan juga hadirnya tokoh nasional sejarahwan Islam Prof. Azyumardi Azra sebagai nara sumber pada kuliah umum yang dilaksanakan di Auditorium.

Rektor UNP Prof. Ganerfi menerangkan MoU tersebut akan fokus kepada pengembangan pendidikan dan pembukaan kelas khusus untuk program study kuliner minang di Payakumbuh.

Penandatanganan disaksikan Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Azyumadi Azra, mantan Rektor UNP Prof. Z. Mawardi, para Wakil Rektor dan mantan Rektor UMSB, Prof. Sofwan Karim, para guru besar, dosen dan pejabat lainnya.

“Kita sangat apresiasi Kota Payakumbuh hari ini telah menyatakan diri sebagai kota kuliner yaitu rendang. Dimana Payakumbuh telah memiliki sentral rendang. Kami tertarik untuk memperkuat dan mengembangkan konsep sentral rendang tersebut dengan membuka program study kuliner atau tata boga khusus makanan khas minang,” kata Ganefri.

Kedepan nya juga akan dikembangkan program study vokasi di Kota Payakumbuh sebagai tindak lanjut dari MoU ini. tambahnya.

Walikota Payakumbuh menyampaikan terima kasih kepada Rektor dan civitas akademika UNP karena telah diberi kesempatan untuk pengembangan pendidikan kuliner atau vokasi di Payakumbuh.

“Sebuah kehormatan bagi kami dengan kesediaan UNP untuk mau membuka prodi kuliner minang di Payakumbuh. Ini tentu menunjang keberadaan sentral rendang sekaligus branding Kota Randang (Payakumbuh The City of Randang,red),” ujar Walikota Riza.

Dikatakannya pertumbuhan ekonomi Payakumbuh sebenarnya sudah diatas 6 persen, termasuk tertinggi di Sumbar, tapi kami tidak lantas puas, kami harus ciptakan sesuatu yang unik yang akan mendatangkan orang ke Payakumbuh. Kalau tidak maka orang luar hanya akan sampai di Padang sebagai ibukota provinsi, terang Riza Fahlevi.

Pihaknya akan berupaya sebaik mungkin menindaklanjuti MoU tersebut melalui komitmen penganggaran. Kehadiran dirinya bersama wakil walikota menjadi tanda keseriusan Pemko Payakumbuh.

“Kita tidak ingin MoU tinggal MoU. Kita harus bersunguh-sungguh, tanpa kesungguhan, maka akan jadi hal sia-sia. Sebab ini bukan pekerjaan gampang, perlu kesungguhan” ujarnya.

MoU juga menyangkut Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian kepada Masyarakat serta Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Program Kegiatan Pemerintah.

Sedangkan Prof. Azyumadi Azra dalam kuliah umumnya mengulas tentang pendidikan Islam yang telah mengalami pembaruan dengan adanya sistem dan kelembagaan pendidikan Islam menjadi lebih profesional dan terbuka pada perkembangan zaman.

“Syarat pendidikan Islam modern adalah memiliki rasionalitas, demokratis, toleran terhadap perbedaan, berorientasi ke depan, dan tidak backward looking” tutupnya. (Ag)

Bagikan