SAF ‘Sapakaik Mangko Balega’ Diharapkan Dilirik UNESCO

Iwosumbar.com, Padang – Silek Arts Festival (SAF) 2019 akan kembali diselenggarakan yaitu mulai tanggal 19 sampai 31 Agustus mendatang di Kota Padang dengan dukungan beberapa kabupaten kota di Sumatera Barat.

Menurut Gubernur SAF sudah menjadi agenda tahunan yang didukung oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud dengan program Indonesiana.

“Sapakaik Mangko Balega (Sepakat dengan bergotong royong untuk bisa berkreasi melalui budaya silek), kita harapkan dengan acara ini tradisi silek di Sumbar bisa terjaga, sebagai upaya mendorong para pelaku seni pertunjukan, agar terus menggali budaya silek” kata Irwan Prayitno dalam jumpa pers, di Gubernuran, (26/6).

“Ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada warisan budaya. Apalagi silek adalah budaya yang sudah ada dari turun temurun hingga saat ini,” ucapnya.

Agendanya direncanakan akan digilir dari satu daerah ke daerah lainnya hingga 31 Agustus mendatang di beberapa tempat seperti, Kota Padang, Solok, Payakumbuh, Kabupaten Agam serta Kabupaten Sijunjung.

Direncanakan kegiatan SAF 2019 tidak hanya menampilkan berbagai atraksi aliran silek saja, tapi dirangkai dengan agenda kebudayaan lainnya yang terkait dengan silek.

“Saya berharap agar silek dapat dikenal di pentas dunia, maka kegiatan SAF ini sangat penting, apalagi tujuan kegiatan ini untuk menjemput atau mengumpulkan aliran-aliran silek yang ada di Sumbar,” kata Gubernur.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan, Gemala Ranti mengungkapkan, jika tahun lalu SAF dengan tagline “Panjapuik Piutang Lamo”, maka untuk tahun ini tagline Nya “Sapakaik Mangko Balega”.

“Kita lebih menfokuskan membangkitkan semangat seni dan budaya silek dalam setiap pertunjukan, dan nantinya seluruh rangkaian akan di fokus dalam arsip dan dokumentasi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga merupakan sebuah upaya dalam mendukung UU No.5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dalam rangka menangani kegiatan budaya secara lebih sistematis.

Dia berharap dalam tahun ini juga proses silek sebagai salah satu warisan dunia UNESCO bisa terwujud.

“Kegiatan SAF 2019 ini juga salah satu dukungan untuk menguatkan pengajuan budaya silek sebagai warisan dunia ke UNESCO,” pungkasnya.(n)

Bagikan