Mantul 5 tahun Lalu Tolak Raskin Kini Program Cetak Sawah Berhasil

Iwosumbar.com, Mentawai – Sebagai upaya peningkatan produksi padi menuju diversifikasi pangan daerah, upaya Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet untuk mewujudkan swasembada pangan melalui program cetak sawah seluas seribu hektar yang dimulai sejak tahun 2014 lalu telah menampakkan hasil.

Hadirnya beras asli produk lokal dari hasil kerja keras petani dari program cetak sawah lima tahun lalu. Cukup menggembirakan meskipun baru hanya sekedar memenuhi kebutuhan daerah saja.

Dari Lima tahun lalu saya sudah impikan, pada saatnya nanti akan ada karung berisi beras hasil produk petani asli Mentawai, dan sekarang sudah mulai terwujud, tentunya ini bisa membantu para petani dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraannya.

Demikian kata Bupati Yudas Sabaggalet ketika mendatangi stand Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) pada acara FPM 2019 lalu, (2/7) di Mapaddegat-Sipora Utara.

Bupati menghimbau dinas terkait untuk terus membantu mempromosikan beras produk lokal tersebut dan kepada masyarakat agar membeli dan mengkonsumsi beras dari hasil petani daerah.

“Produk lokal salah satunya beras, bisa mendongkrak peningkatan perekonomian, hasil produk lokal ini bisa menggerakan ekonomi khususnya kesejahteraan petani lokal di Mentawai”, katanya.

Pemkab sendiri akan tetap mendorong melalui berbagai promosi dan pemasaran, agar beras dari Mentawai bisa lebih dikenal hingga sampai keluar daerah, tambahnya.

Dikatakan Yudas dengan lahirnya beras dari produk petani lokal, Pemkab akan berupaya untuk mempromosikan diberbagai iven di pemkab Mentawai.

Yudas juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat serta pada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mentawai untuk membeli dan mengkomsumsi beras lokal. Dengan cara itu akan tercipta kepastian pasar bagi para petani.

“Walaupun tidak semua bisa terserap, tetapi setidaknya petani mendapatkan jaminan, kita tidak membuka lapangan pekerjaan, namun paling tidak dengan membeli produk asli daerah akan membantu kesejahteraan petani”, Ujar Yudas

Diketahui, Pemkab Mentawai untuk mewujudkan swasembada pangan melalui tanam padi telah dimulai pada tahun 2014 lalu.

Bahkan pada waktu itu Pemkab Mentawai menolak jatah beras Raskin dari pusat, dan mengalihkan anggaran distribusi pembagian beras miskin itu untuk pembiayaan cetak sawah dan pelatihan para petani dalam mengalihfungsikan lahan pertanian dengan menanam padi. (SS)

Bagikan