Rabu, Juli 24

800 H Lahan Persawahan di Nagari Sarukam Tak Berair

Iwosumbar.com, Solok- Gubernur Mahyeldi banyak menerima keluhan, bahwa jaringan irigasi Banda Laweh, Nagari Sirukam, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, telah rusak akibat lonsor semenjak tahun 2018 silam, untuk Gubernur akan segera turunkan tim guna menindaklanjuti hal tersebut.

“Saya akan tugaskan Dinas PSDA untuk melakukan pengecekan, agar kita bisa rencanakan seperti apa tindak lanjutnya,” kata saat acara peresmian Program Wash Sirukam di Kabupaten Solok, Sabtu (21/1).

Ia mengatakan, Pemprov Sumbar melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) sangat serius terhadap masalah irigasi, hal tersebut dapat terlihat dari data capaian kinerja sepanjang tahun 2022.

Gubernur menjelaskan, telah terbangunnya rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 10.239,55 m, pemeliharaan jaringan irigasi sepanjang 833.801,50 m, normalisasi sungai sepanjang 6.400 m, pengamanan tebing sungai sepanjang 2.536,20 m dan pengamanan pantai sepanjang 380 m.

Sebelumnya, Wali Nagari Sirukam, Romi Febriandi menerangkan, pada tahun 2018 silam pernah terjadi longsor di Nagari Sirukam, hingga mengakibatkan patahnya saluran irigasi Banda Laweh Nagari Sirukam, akibatnya ada 800 hektar lahan persawahan yang tidak teraliri.

Nagari Sirukam terdiri dari empat jorong dengan jumlah penduduk tidak kurang dari 6000 jiwa, Dimana sebagian besar masyarakatnya adalah petani.

“Harapan kami, pemerintah provinsi dapat membantu perbaikan saluran irigasi ini, agar kami tidak kesulitan lagi,” harapnya. (mc)