Jadilah Pengguna Cerdas di Era Digital Finance

Iwosumbar.com, Padang – Asetku Adakan sosialisasi bertema “Jadilah Pengguna Cerdas di Era Digital Finance” dilaksanakan di gedung Telkom Dilo Padang jalan Batang Tarusan no 3. Kota Padang.

Sosialisasi yang ke-enam ini di selenggarakan dengan semangat tingkatkan literasi keuangan digital Indonesia.

Revolusi industri 4.0 memberikan dampak digitalisasi pada industri industri di Indonesia termasuk industri finansial dengan munculnya industri financial
technology (Fintech). Salah satu Fintech yang saat ini banyak berkembang dan diminati yaitu Fintech peer to peer lending (P2PL).

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 31
Mei 2019 terdapat 113 perusahaan yang telah terdaftar dan diawasi dan diprediksi akan terus
bertambah.

Perkembangan Fintech yang kian pesat perlu diimbangi dengan pengetahuan
masyarakat agar dapat memanfaatkan peluang secara cerdas di era digital.

Andrisyah Tauladan, Direktur Asetku, mengatakan melalui sosialisasi tersebut Asetku ingin berbagi mengenai informasi yang perlu diketahui dan diperhatikan agar kita cakap dalam memilih dan menggunakan jasa keuangan digital.

“Sekarang ini semakin banyak cara dan metode canggih dalam melakukan pengelolaan keuangan secara personal dan digital. Berbagai aplikasi smartphone bermunculan yang menawarkan jasa-jasa keuangan dengan berbagai macam penawaran menarik dan menggiurkan. Mulai dari rekening bank digital hingga pinjaman online dengan syarat yang amat mudah.” beber Ardiansyah.

Dilanjutkan Nya, Namun hal ini juga diiringi dengan banyaknya layanan keuangan digital yang membahayakan penggunanya, dimulai dari aplikasi ilegal, hingga pencurian data. Pengguna diharapkan dapat cerdas dan waspada dalam memilih layanan keuangan digital.

“Agar kita semua terhindar dari risiko-risiko penggunaan jasa
keuangan digital tersebut, maka kita harus memahami dan pintar dalam memilih jasa
keuangan digital baik yang berbentuk aplikasi maupun web” terangnya pada puluhan peserta yang hadir.

Dengan pemahaman yang baik, diharapkan pengguna tidak menggalami risiko-risiko yang
tidak diinginkan dan dapat memaksimalkan manfaat yang ditawarkan Fintech P2P Lending, salah satunya dengan menyalurkan dana menganggur (idle fund) untuk dikembangkan melalui aplikasi seperti Asetku.

Dana berlebih dapat dikembangkan melalui aplikasi Asetku dengan meminjamkannya kepada
Peminjam yang membutuhkan. Asetku sangat peduli terhadap dana Pemberi Pinjaman.

Ditambahkan Nya, Karenanya untuk mengurangi risiko wanprestasi, Asetku hanya menerima Peminjam
berkualitas yang telah diseleksi melalui partnership dengan beberapa marketplace.

“Sehingga kami mengetahui tren yang dilakukan Peminjam, mulai dari kuantitas transaksi hingga ketepatan dan keberhasilan pembayaran pinjaman”, katanya.

Dengan begitu, Asetku mampu mempertahankan TKB90: 100% yang berarti Asetku berhasil
menyalurkan kembali seluruh dana Pemberi Pinjaman setelah jatuh tempo.

Sejak beroperasi hingga kini, Asetku telah menyalurkan dana kurang lebih 1 trilliun kepada Peminjam yang tidak memiliki akses sebelumnya.

Adriansyah mengatakan, dengan semangat sosialisasi di beberapa kota, Asetku dapat membantu mencerdaskan Pengguna Fintech. Sehingga akan meningkatnya literasi keuangan yang juga
diimbangi dengan inklusi keuangan Indonesia. (ril*)

Tentang : Asetku Indonesia
Contact Center : 1500-226

Bagikan