Rindu Banda Sapuluah Novel Berbahasa Minang Yang Meng-Inspirasi

Iwosumbar.com, Padang – ‘Rindu Banda Sapuluah’ itulah judul sebuah novel berbahasa Minang, baru saja beredar yang diterbitkan oleh penerbit pustaka tunggal Jakarta pada Bulan Juli 2019 ini.

Novel tersebut berceritakan tentang keteguhan dan motivasi dari seorang anak muda Minangkabau yang berasal dari Banda Sapuluah Pesisir Selatan dimana dirinya pergi merantau untuk merubah kehidupan Nya, ingin menjadi orang yang berhasil secara ekonomi walaupun dengan berat hati dirinya terpaksa meninggalkan sang pujaan (kekasih) di kampung halaman.

Bukan itu saja Novel hasil karya dari Prof Dr Ermanto S. Pd. M. Hum. Juga guru besar FBS di Universitas Negeri Padang (UNP) ini, juga bercerita tentang adat istiadat di kampung dan berbagai intrik politikNya kampung tentang pemilihan seorang Datuk, tak lepas dari itu semua Novel berbahasa Minang tersebut berpusat pada cerita semangat pengabdian dari perantau untuk membangun kampung, serta menjayakan daerah Banda Sapuluah.

Prof. Dr. Ermanto, S.Pd. M.Hum. Juga dikenal dengan nama penaNya Ermanto Tolantang mengatakan pada media ini Novel Banda Sapuluah merupakan karya ketiganya, menyusul novel sebelum Nya yang berjudul “Tujuh Cinta Si Anak Kampung” terbit tahun 2014 dan novel kedua berjudul “Sansai” terbit tahun 2018.

“Secara teknis novel ini adalah sama dengan novel berbahasa Indonesia lainnya, hanya saja novel ini menggunakan bahasa Minangkabau,” terang Ermanto, Guru Besar Linguistik tersebut.

Ermanto Tolantang mengatakan proses penulisan novel tersebut sama dengan proses penulisan kedua novel terdahulu yakni ditulis secara bersambung melalui media sosial hampir selama dua bulan dan setelah itu langsung diproses oleh penerbit.

“Jadi dalam proses penulisan novel ini selalu terjadi dialog dan diapresiasi secara langsung oleh para pembaca”, katanya.

Proses penulisan novel seperti ini tentu berbeda dengan proses penulisan cerita bersambung melalui media cetak yang tidak terjadi dialog pembaca dengan penulis atau proses penulisan novel yang langsung diterbitkan, kata Ermanto lagi.

Untuk target karya novel berikutnya, Ermanto Tolantang mengungkapkan masih dalam proses menyelesaikan yaitu sebuah novel berjudul “Luka Renjana” yang belum siap.

Novel “Luka Renjana” jelas Ermanto juga dihasilkan melalui proses penulisan secara bersambung melalui media sosia dan selalu terjadi dialog pembaca dengan pengarang. (A. M)

Bagikan