• Home »
  • Featured »
  • Buya HMA, NKRI Tetap Kuat Dengan UUD 1945 Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika

Buya HMA, NKRI Tetap Kuat Dengan UUD 1945 Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika

Iwosumbar.com, Padang – Sebanyak 6 poin Referensi dari Buya Mas’oed Abidin, tokoh Agama, panutan dari Sumatera Barat, balas 8 poin Ijtima Ulama dimana salah satunya tentang NKRI Syariah.

Kontroversial tentang hasil putusan Ijtima Ulama ke-4 yang menghasilkan delapan poin putusan, dimana salah satu dari 8 poin tersebut mengatakan mewujudkan NKRI Syariah.

Putusan tersebut sontak menjadi pembicaraan dan pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat di Indonesia.

Delapan putusan tersebut dibacakan langsung oleh Penanggung Jawab Ijtima Ulama dan Tokoh ke-IV, Yusuf Muhammad Martak, digelar di Hotel Lorin, Sentul Jawa Barat pada tanggal (5/8/2019).

Selain mewujudkan NKRI Syariah terdapat juga salah satu poin putusannya yakni meminta seluruh ulama dan umat untuk memperjuangkan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari Mekkah, Arab Saudi ke Indonesia.

Hasil Ijtima Ulama dan Tokoh ke-IV juga mengajak ulama dan umat untuk bersama-sama berjuang mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Syariah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Mewujudkan NKRI Syariah berdasarkan Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945 dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara,” Seru Ustad Martak kala itu.

Menanggapi hal tersebut Tokoh Agama dan menjadi Panutan dari Sumatera Barat, Buya Mas’oed Abidin pada media ini memberikan Referensi dengan beberapa poin tulisan sebagai berikut.

INDONESIA KINI DAN SESUNGGUHNYA

1.Indonesia adalah sebuah negara besar yang dianugerahkan Allah untuk bangsa ini sebagai bagian dari satu wilayah yang indah. Luas wilayahnya dari Sabang sampai Meuroke (Irian Jaya) sepanjang Vladiwostok sampai ke Laut Mati. Panjang sekali.

Terdiri dari puluhan ribu pulau (lbh dari 17.000 pulau pulau) yang didiami oleh lebih 250 adat besturen (adat budaya) serta hampir 1000 langgam bahasa dan gaya anutan daerah. Ini adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri.

2.Indonesia Adalah Negara Merdeka Dan Berdaulat. Yang direbut dengan perjuangan oleh para perintis kemerdekaan hingga pejuang kemerdekaan dengan darah dan air mata.

Jangan dilupakan sejarah itu.
Negara ini didirikan oleh founding fathers dengan tekad satu menyatukan seluruh potensi bangsa.

Ditengah perbedaan itu kita mesti bersatu. KMB memberikan pengakuan sehingga negara ini dipecah pecah menjadi puluhan negara boneka BFO yang akhirnya dengan kesadaran berbangsa dan bertanah air maka oleh ‘mosi integral Natsir’ negara ini kembali tegak menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai kini. Perjalanan sejarah itu tidak boleh diabaikan.

3.NKRI Tetap Kuat Dengan Adanya UUD1945, Pancasila Dan Bhinneka Tunggal Ika. Keberadaan asas negara ini sebenarnya alat pemersatu yang kokoh kuat dan Alhamdulillah dengannya kita sebagai bangsa mampu menjaga keutuhan negara ini sampai kini.

Asas negara seperti yang kita punyai ini tidak dimiliki oleh negara negara super power sekalipun didunia yang pada saat ini kita.lihat mulai retak dan bahkan ada yang sudah dipecah belah melalui politik devide et impera.

“Hendaknya asas negara ini mesti disadari kekuatannya oleh seluruh anak bangsa sekarang dan dimasa mendatang”, ujar Buya.

4.Keyakinan Beragama Bangsa Indonesia Ini Kuat Dan Kokoh. Kekokohannya berpadu dengan adat istiadat setiap daerah sehingga kerukunan selalu terjaga. Namun kepentingan luar dikaitkan dengan misi terselubung mereka tentu tak merasa senang Indonesia ini tenang dan damai.

Sebab ketenangan dan kedamaian berbangsa di Indonesia ini akan menjadi penghambat berkembangnya imperialisme kolonialisme dari semua sisi dan serta penjajahan kembali bangsa ini oleh kekuatan lain yang selalu mengintai agar bangsa ini ‘lenyap’ atau setidaknya ‘lelap’ .

5.Jagalah NKRI tetap utuh diatas keberbagaian kekayaan budayanya dan selalulah dijaga ‘Berbangsa Satu Bangsa Indonesia. Berbahasa Satu Bahasa Indonesia. Bertanah Air Satu Tanah Air Indonesia’

6.Rasanya perlu dikuatkan kembali kesadaran berbangsa dan bernegara bahwa kita adalah ‘Bernegara satu Negara Kesatuan Republik Indonesia’

“In syaa Allah Kita Akan Tetap Berjaya Selama Kita Jaga Persatuan Dan Kesatuan Berbangsa Dan Bernegara”, Terang Buya Mas’oed Abidin. (**)

Bagikan