‘Menulis Mengalir Bak Alunan Musik’ Dalam Coaching clinic DKV FBS UNP

Iwosumbar.com, Sumbar – Menulis dan membaca sebuah buku semestinya ibarat mendengarkan sebuah lagu. Bahwa bacaan itu mengalir seperti alunan musik, sehingga membuat orang menjadi terbawa oleh lirik dan irama musik tersebut.

Demikian dikatakan oleh Prof. Dwimarianto, guru besar dari dari Institut Seni Indonesia (ISI YOGYA) dalam kegiatan Coaching clinic tentang teknik penulisan buku yang berbasis hasil penelitian

Coaching clinic, teknik penulisan buku berbasis hasil penelitian digelar oleh staf pengajar dari jurusan seni rupa yang dilaksanakan di ruang laboratorium Dekave FBS UNP Padang. Kamis (15/8/2019).

Menurut Drs. Syafwan, M.Si, coaching clinic dilaksanakan untuk memotivasi para staf seni rupa untuk menghasilkan karya ilmiah dalam bentuk buku yang diangkat dari hasil penelitian.

“Staf jurusan seni rupa selalu melakukan riset terkait dengan tema seni rupa dan desain komunikasi visual”, ujar Drs. Syafwan pada media ini (16/8/2019).

Drs. Syafwan menambahkan bahwa, hasil dari penelitian tersebut nantinya akan lebih bermanfaat jika dikonversi menjadi sebuah buku, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh siapapun termasuk bagi mahasiswa seni rupa dan dkv dalam melengkapi wawasan mereka terhadap seni rupa.

Sedangkan Prof. Dwimarianto sengaja didatangkan dari Yogyakarta, sehat guru besar dari Institut Seni Indonesia (ISI YOGYA) dan dirinya merasa sangat senang bisa hadir di jurusan seni rupa FBS UNP.

Kehadiran Prof. Dwimarianto di UNP sendiri merupakan lanjutan dari kegiatan presentasi kertas kerjanya di Bangkok Thailand.

Dalam penyampaianya di hadapan para dosen seni rupa FBS UNP, Dwimarianto menjelaskan, bahwa sebuah buku hendaklah dapat memotivasi pembacanya untuk menjadi kreatif, oleh karena itu buku hendaklah ditulis berdasarkan pengalaman penulis.

“Dari pengalaman itulah kemudian yang akan dirasakan pembaca dan menjadi pengalaman bagi pembaca”, sebutnya.

Tampak puluhan peserta terdiri dari dosen dan staf pengajar lainya begitu antusias terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dikemukakan seputar teknik penulisan buku.

Prof Dwi pun akhirnya menyimpulkan dari berbagai pertanyaan yang diajukan dengan memperdengarkan sebuah tembang lawas berjudul soldier fortune dari albumnya Deep Purple.

“Bacaan itu mengalir seperti alunan musik, sehingga membuat orang menjadi terbawa oleh lirik dan irama musik”, terangnya.

Prof. Dwi juga menegaskan bahwa, jangan jadikan aturan ilmiah sebagai penghalang irama tulisan kita, akan tetapi jadikan aturan ilmiah sebagai landasan, maka akan lahir buku yang bercerita, yang berasal dari pengalaman, dan enak untuk dibaca. Pungkasnya. (**)

Bagikan