Kembalikan Pemimpin Sumbar Pada Kader Muhammadiyah dan NU

Iwosumbar.com, Padang – Dua tokoh muda dari PAN dan PKB berharap sebaiknya pemimpin di Sumatera Barat (Sumbar) ke depan berasal dari kader Muhammadiyah dan NU (Nahdlatul Ulama).

Harapan itu disampaikan H. Indra Dt Rajo Lelo wakil ketua DPRD Sumbar dari PAN dan Firdaus SHI, yang juga Sekretaris Dewan Syuro PKB Sumbar yang keduanya anggota DPRD Sumatera Barat.

Pernyataan dan harapan yang sama tersebut mereka ungkapkan dalam sebuah pertemuan di Hotel Pangerans Beach, Selasa (10/9) lalu.

“Muhammadiyah dan NU bagaikan sepasang sayap yang saling memberi kekuatan bagi bangsa dan negara yang sangat kita cintai ini dimana keduanya bagai sungai sehulu satu muara”, Kata Firdaus.

Sementara, Indra menimpali bahwa pendiri Muhammadiyah yakni KH Ahmad Dahlan maupun pendiri NU Kiai Haji Mohammad Hasjim Asy’arie sama-sama pernah berguru pada guru yang sama yakni Syaikh Ahmad Khathib Al-Minangkabawi, ulama kharismatik asal Minangkabau.

Mereka berdua juga sepakat, wajar bila Muhammadiyah mengakar di Sumbar dan NU membumi di Minangkabau.

“Karena kita adalah sepasang sayap yang saling menguatkan. Saya berharap gubernur ke depan adalah kader Muhammadiyah dan wakil gubernurnya kader NU”, ujar Indra yang dikenal dekat dengan masyarakat.

Mereka sama-sama membuka sejarah perjuangan bangsa, bahwa kontribusi Muhammadiyah dan NU untuk memerdekan negeri ini sungguh sangat luar biasa.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hingga saat ini tak bisa dilepaskan dari perjuangan kader Muhammadiyah dan NU”, ujar Firdaus.

Baik Muhammadiyah dan NU, menurut pendapat mereka adalah organisasi yang benar-benar mengakar di pikiran membumi dari anak bangsa. Ia bukan pikiran atau ideologi yang mengakar dari bangsa dan negara lain yang jauh dari negeri kita yang tentu saja mengingkari kearifan lokal yang kita punya.

“Saatnya kepemimpinan Sumatera Barat kita pulangkan kembali atau kita percayakan kepada kader Muhammadiyah dan NU “, kata Indra yang ditimpali Firdaus”, biar makin sejuk dan makin damai rasanya ini negeri” .

“Siapa saja boleh, tapi sebaiknya mereka berasal dari kader Muhammadiyah dan NU, mari kita dukung mereka bersama-sama”, ujar Indra . Katanya bila kepemimpinan Sumbar ke depan dipegang oleh tokoh di luar Muhammadiyah dan NU, ia khawatir akan hembusan ideologi lain yang dapat mencabik dan merusak spirit kebersamaan yang telah terpelihara.

“Kita harus jaga ranah Minang ini dari pikiran-pikiran gelap yang dapat membelah rasa kebersamaan kita”, ujar Indra seraya menjelaskan, bahwa pikiran “gelap” yang ia maksud adalah pikiran-pikiran tak jelas yang mengingkari kearifan lokal dan antikebudayaan.

“Tetap kita jaga, kita rawat, kita pertahankan dengan murni apa yang menjadi filosofi urang Minangkabau yaitu Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Ini tak boleh kita utak-atik dengan berbagai cara…”, ujar Firdaus mantan ketua PPMI kota Padang.

Firdaus menambahkan, tradisi dan adat adalah identitas kita sebagai orang Minang. “Lenyap tradisi. Lenyap adat. Maka lenyap pula identitas kita sebagai orang Minang”, ujar Firdaus seraya menambahkan bahwa orang Minangkabau adalah orang yang berkarakter seperti mengetahui awal dan akhir, lahir dan batin, punya rasa malu dan sopan, memiliki sifat cerdik cendekia, arif bijaksana, berbudi tinggi, banyak ilmu, menjadi suri teladan bagi orang di sekitarnya.

“Jangan sampai tejadi, karena keliru memilih pemimpin hilang harmonisasi kehidupan kita. Kapalang tukang binaso kayu, kapalang cadiak binaso adaik, kapalang alim rusak ugamo. Akhirnya generasi muda kita tercerabut dari akar budayanya”, ujar Indra Datuk Rajo Lelo menimpalinya.

Ditambahkan Firdaus, Baik Muhammadiyah maupun NU, dirinya sangat yakin akan selalu merawat dan menjaga nilai-nilai filosofi dan kearifan lokal. Sehingga ia tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan yang kalau dibubut layu, diasak mati. Begitu kuatnya ideologi kebudayaan kita di alam nan ABS-SBK.

“Mari kita perkaya mozaik kearifan lokal dalam wadah filsafat nusantara”, ucapnya.

Tidak dapat dipungkiri, Muhammadiyah dan NU adalah dua organisasi besar kemasyarakatan yang ikut berkuah darah berjuang menegakkan kemerdekaan untuk Indonesia.

“Saatnya kita sehulu semuara, sebiduk sedayung, untuk mengembalikan kepemimpinan Sumatera Barat kepada kader Muhammadiyah dan NU “, harap Indra yang diamini Firdaus. (f).

Bagikan