Luar Biasa, Hartati 69 Tahun Eksis, Masuk Dapur Rekaman

Iwosumbar.com, Padang – Hartati Wanita Berusia 69 tahun, masih tetap eksis dan semangat untuk berkarya, dijaman Revolusi Industri 4.0 saat ini tak menyurutkan serta menenggelamkan semangat seni yang tertunda didalam diri nya.

Penyair, sastrawan, budayawan dan pencipta lagu Pinto Janir kembali membuat sesuatu yang beda. Kalau membuat album lagu itu sudah biasa. Yang tidak biasa dari Album Lagu Kaganti Puisi itu ketika penyanyinya berusia 69 tahun.

Pinto seorang budayawan yang penulis serta wartawan ini, memang sering mengapungkan doktrin ke tengah publik bahwa “Berkarya Tak Terkalang Usia”.

Untuk itulah ia menemukan seorang penyanyi yang membuktikan doktrinnya itu benar adanya. Kata, Pinto, berkarya adalah salah satu tanda bahwa kita pernah ada di dunia.

Berkaryalah di bidang apa saja. Boleh seni, sastra, musik, politik, akademik, birokrat dan lain sebangainya. “ Hidup sekali harus jadi hidup yang berarti.

Harus tercatat di sejarah perjalanan waktu kehidupan. Hidup sekali, harus hidup untuk dikenang, bukan untuk dilupakan. Makanya, hiduplah dengan pikiran-pikiran dan gagasan atau ide yang diwujudkan dalam bentuk karya. Mari berkarya !” ujar Pinto.

Adalah seorang wanita bernama Hartati. Ia berusia 69 tahun. Hartati semasa remaja sering tampil berteater di TIM. Sampai kini bahkan ia masih ‘ngemsi”.

Hartati mengenal Pinto melalui Facebook. Hartati ternyata menyimak karya tulis Pinto, karya lagu Pinto, puisi Pinto dan karya lain seorang Pinto Janir. Ia bercakap-cakap dengan Pinto cukup serius.

Hartati menguraikan tentang keinginan kuatnya untuk mewujudkan album Pop Minang. Tapi kemudian ia ragu, mengingat usianya yang sudah 69 tahun yang sebentar lagi menuju ke-70 tahun.

“Nenek-nenek bernyanyi, apa kata orang nanti Pinto?” begitu keraguannya muncul.

Disampaikan Pinto: “ Hidup bukan soal nenek.Hidup bukan soal sudah kakek-kakek.Hidup bukan sola muda.Hidup bukan soal remaja. Hidup bukan soal belia. Hidup adalah soal ‘laku’ dan ‘perbuatan’ yang bermanfaat di ruang rahmatan lil alamin.

Jangan terlalu banyak mempertimbangkan pendapat orang kalau itu akan menyurutkan atau menenggelamkan energi positif kita untuk berkarya ! berkarya itu ibarat cinta, ia bukan pendapat umum. Berkaryalah selagi bisa !” .

Dan Klop.Hartati yakin. Ia bertekad akan mewujudkan apa yang ada dalam pikirannya. Yakni “bermimpi” memiliki album Pop sendiri.

Asiknya, Pinto tak mencomot lagu-lagu lamanya yang jumlahnya sudah di atas seratus lagu yang sudah ia ciptakan. Untuk Hartati, ia ciptakan lagu baru, kecuali satu lagu di antara 10 yang direncanakan.

“Semua lagu harus sesuai dengan wilayah jangkauan nada dan warna suara Hartati. Ya, sukses memang tak pernah diraih dengan mudah. Harus kerja keras. Untuk berkesenian, saya harus fokus dan total. Saya hanya akan senang saja bila apa yang ada dalam pangana menjadi sesuatu yang terwujudkan. Jangan, banyak kata, actionnya nol!” ujar Pinto.

Ada empat lagu yang sudah selesai direkam Hartati. Pemusik, Dekenc, Dedi Kencana, musisi muda yang sangat produktif membuat musik. Dekenc, memang musisi muda yang cerdas. Makanya, garapan musik saya percayakan pada Dekenc.

Berikut judul Empat lagu tersebut ; Tabayang-bayang, Dirinyo atau diriko, Denai Bukan Siapo-siapo, Rindu Kaganti Puisi;

RINDU KAGANTI PUISI
Ciptaan Pinto Janir

Sadiah manikam jantuang hati
Sungguah raso tatusuak duri
Di langik tampak tasangkuik janji,. Tagantuang di awang bakawan sunyi

Rindu…rindu rindu tak taduah taduah.. Urang den sayang makin manjauh.. Mimpi ka paubek hati.. Ka ganti rindu jadi puisi.. Sadiah….sadiah….
sadiah….sadiah…yo sabana sadiah (**)

Bagikan