Agen Asuransi Jadi Unit Usaha BUMDes

Iwosumbar.com, Padang – Bila mendengar kata asuransi, sebagian masyarakat ada yang merasa “alergi”. Sebuah Pandangan ‘miring’ di sebagian masyarakat pada asuransi, saatnya kita ubah kini. Eksistensi asuransi itu penting. Sadar diri, berarti juga sadar asuransi.

Orang yang mengerti dan paham hidup, pasti membentengi dirinya dengan perasuransian. Makin modern dan makin maju peradaban dunia, makin populer asuransi di tengah kehidupan kita.

“Bukankah, asuransi memudahkan diri di saat sulit, melapangkan ruang di saat sempit !

Kali ini gebrakan datang dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa yang menjalin kerja sama dengan BNI Life Insurance Shadiq Akasya dalam Program Asuransi Tenaga Pendamping Profesional untuk periode 3 tahun.

Kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama BNI Life Insurance Shadiq Akasya dan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes Taufik Madjid dan disaksikan Mendes Eko Putro Sandjojo, serta Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Adi Sulistyowati, baru-baru ini.

Febby Datuk Bangso, Ketua Umum Forum Bumdes Indonesia, menjelaskan ini prospect bagi unit usaha bumdes untuk bisa menjadi agen BNI Life dan penting Bagi Desa Wisata untuk melindungi pengunjung didesa wisata,

Staf khusus Kemendesa PDDT RI tersebut lebih lanjut menyampaikan, bahwa kita harus memiliki kepekaan sosial dan budaya yang tajam langsung merespon program yang merupakan perwujudan dari visi-misi Jokowi Ma’arif yakni menuju SDM Indonesia unggul.

Hal itu akan diterapkan pada acara kegiatan pelatihan keasuransian, bertema : “Asuransi Masuk Desa Menuju Desa sadar Asuransi”.
Pelatihan ini akan dilaksanakan Senin (16/9/2019) besok di Jorong Lundang Nagari Panampuang Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam Sumatera Barat.

Kegiatan akan diikuti sekitar 100 peserta dari penggiat desa, pengurus Bumdes serta kader Posyandu.

“Rumah gadang bagi kita orang Minang adalah lambang perkauman, lambang perlindungan, lambang kenyamanan, lambang kebersamaan, lambang ‘keuturunan’ , lambang keterikatan berdunsanak yang berfilosofi ramah lingkungan”, papar Febby Datuk bangso yang juga Ketua Forum Desa Wisata Indonesia, Minggu (15/9). (Baca tulisan Febby datuk Bangso dengan judul: “ Filosofi Rumah Gadang dan Asuransi”) .

“Harapan kita, dengan adanya jalinan kerjasama BNI, BNI Life dan Kemendesa ini akan menjadi ruh dan spirit baru untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa”, sebutnya.

Ditambahkannya, Asuransi di desa akan digerakkan oleh Bumdes. Pada satu sisi, ini juga akan memberi pendapatan tambahan bagi para pendamping desa dengan ikut menjadi tenaga pengembang atau pemasaran BNI Life di desa. BUMDES Bisa Menjadi Agen, dan pendamping dan ikut memasarkan dan memasyarakatkan perasuransian di desa.

“Salah satu tugas pendamping desa adalah mencerdaskan dan mengembangkan sesuatu yang sifatnya dapat membangun dan memberi nilai tambah pada pembangunan pedesaan”, ujar Febby.

Dengan diasuransikannya pendamping desa maka beban pemerintah dalam penanggulang kesehatan dan kehidupan sosial dapat berkurang.

“Mari bersama-sama kita edukasi masyarakat tentang apa dan bagaimana manfaat asuransi dalam kehidupan. Asuransi bermanfaat untuk melindungi diri. Keikutsertaan dan memilih premi, susia kemampuan”, ujarnya.

Dapat kita bayangkan, dengan jumlah desa 74.957 dan puluhan ribu pendamping desa seluruh Indonesia, bila bergerak melakukan Gerakan Desa Sadar Asuransi, maka ini akan membantu kehidupan dan mendatangkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pendamping desa.

“Sehingga, bekerja tak lagi dalam kecemasan jika terjadi peristiwa buruk dalam diri. Kecelakaan.Sakit.Kematian. Semua menjadi pertanggungan pihak Asuransi. Asuransi dalam pepatah Minang adalah maminteh sabalun hanyuik….”, kata Febby .

BNI Life besar manfaatnya bagi kebangkitan desa menuju desa mandiri. Ia akan memberikan pemasukan tambahan pada Bumdes. Kerjasama ini merupakan fakta perwujudan cakap literasi keuangan masyarakat.

“BNI Life dan tenaga pemasaran BNI 46 di desa bagi saya adalah suatu lembaga yang memberi harapan hidup baru dalam kemapanan ekonomi masyarakat desa yang menjelma menjadi ‘oksigen’ yang ikut meniupkan nafas perekonomian masyarakat desa“, ujar Febby.

Kegiatan acara akan sendiri nanti juga dihadiri Pimwil BNI Sumbar Riau , BNI Life dan Direktorat PUED Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Wali Nagari dan Wali Jorong Se Nagari Panampuang. (**)

Bagikan