Pemko Rakor Terkait Nama Rumah Makan Yang tak Sesuai Norma

Iwosumbar.com, Padang – Dinas Pangan gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan Kota Padang Tahun 2019 yang dilangsungan di Palanta Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (8/10/2019).

Rakor tersebut membahas beberapa hal dan isu strategis terkini. Diantaranya sekaitan upaya mendukung terciptanya rumah makan murah yang higienis di Kota Padang.

Di samping itu juga akan menindak penamaan rumah makan atau usaha kuliner yang tidak sesuai dengan norma dan adat istiadat di ibukota Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Syahrial Kamat menuturkan, sekaitan maraknya pemakaian nama pada rumah makan atau usaha kuliner yang tidak sesuai dengan norma dan adat istiadat di Kota Padang perlu ditangani secara serius.

Dijelaskan nya telah terdata, setidaknya sekitar 21 rumah makan yang namanya tidak sesuai dengan filosofi Adat Basandi Syara’-Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Telah terpantau puluhan rumah makan yang tidak sesuai seperti, Mie Neraka, Mie Mercon, Ayam Ramuak, Ayam Narako dan lain sebagainya,” kata Syahrial dalam rakor yang diikuti anggota dan kelompok kerja (Pokja) Dewan Ketahanan Pangan serta stakeholder terkait.

Terkait hal tersebut Dinas Pangan telah melakukan penertiban dengan mengirimkan Surat Imbauan Wali Kota Padang No.526/281/DP-Padang/2019 tentang “Penamaan Rumah Makan, Makanan dan Minuman” kepada seluruh pemilik rumah makan tersebut.

“Hal ini ditujukan agar pihak yang bersangkutan kembali menukar dengan nama yang baik dan sesuai dengan norma dan adat istiadat,” ujarnya dalam rakor yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Amasrul.

Disampaikan Syahrial, menjamurnya rumah makan murah meriah di beberapa ruas jalan di Kota Padang menurutnya juga mesti disikapi secara baik.

Dinas Pangan telah melakukan pendataan terhadap rumah makan tersebut, dan dari hasil pendataan yang dilakukan sampai per Agustus 2019, lebih kurang terdapat 113 rumah makan murah dengan harga sebungkusnya Rp10 ribu.

Sedangkan Sekda Kota Padang, Amasrul menyambut baik digelarnya rakor tersebut. Berdasarkan permasalahan di atas, ia pun mengingatkan diperlukan strategi khususnya dalam pencapaian pemantapan ketahanan pangan Kota Padang ke depan.

“Kita harapkan seluruh OPD terkait agar dapat memperkuat sinergi program atau kegiatan demi mengatasi isu krusial pangan tersebut. Mari kita membuat strategi yang tepat dan mekanisme koordinasi yang efektif agar dukungan dari stakeholder dapat bersinergi menjadi satu kesatuan yang saling memperkuat dalam memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat dan mendukung terwujudnya kedaulatan pangan,” tutupnya mengakhiri.

Rakor turut di hadiri dari unsur Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, BBPOM Padang, DKK Padang, Dinas Perdagangan dan Dinas Pangan Padang. (D)

Bagikan