Iptek

Farteta Unand Sukses Gelar Seminar Internasional ICSAB 2022

4
×

Farteta Unand Sukses Gelar Seminar Internasional ICSAB 2022

Sebarkan artikel ini

Iwosumbar.com, Padang -Pertanian dan pangan menjadi sektor yang tidak luput terkena imbas pandemic covid-19. Padahal selama 6 tahun terakhir, sebagaimana dirilis oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sector pertanian selalu mampu menunjukkan resiliensi dalam masa krisis dan menunjukkan peran sebagai penyangga perekonomian.

Untuk itu, upaya meningkatkan peran sektor pertanian, pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan menjadi sebuah syarat utama.

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas (Unand) menggelar konferensi internasional secara webinar, Kamis (24/11/2022). Tentang Pertanian Berkelanjutan dan Biosistem atau International Conference on Sustainable Agriculture and Biosystem (ICSAB) 2022, bertema “Sustainable Agriculture and Biosystem for Better Life – Post Pandemic Period” atau “Pertanian Berkelanjutan dan Biosistem untuk Kehidupan Lebih Baik Pascapandemi.

Meskipun dilaksanakan secara daring, tidak mengurangi semangat para peneliti untuk mengikuti acara ini.

Ketua panitia ICSAB 2022 Khandra Fahmy mengatakan, konferensi diadakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Andalas berkolaborasi dengan Fakultas Perkebunan dan Agroteknologi, Universiti Teknologi MARA Malaysia, dan didukung oleh Universitas Ehime Jepang, Universitas Maejo Thailand, Universitas of Khartoum Sudan, dan Universiti Technologi Brunei, Brunei Darussalam.

“Meskipun secara virtual, namun tetap memberikan semangat kepada para peneliti untuk berpartisipasi,” katanya.

Sekitar 174 makalah yang dipresentasikan secara lisan dan melalui presentasi poster selama konferensi ini. “Makalah lengkap terpilih yang dipresentasikan selama konferensi sedang dipersiapkan untuk diterbitkan dalam IOP Proceeding,” beber Khandra, dalam pers rilis untuk media.

Setiap anggota komite memberikan kontribusi yang signifikan terhadap suksesnya acara.

Dekan Fateta Alfi Asben menyebutkan, Fakultas Teknologi Pertanian telah mempertimbangkan isu pertanian berkelanjutan dan
biosistem sangat penting bagi pembangunan di sektor pertanian.

Rektor Unand Yuliandri yang memberikan kata sambutan, menyebutkan, Fateta Unand menjadi fakultas kesebelas di Universitas pada tanggal 15 Mei 2008.

“Meskipun tahun ini masih diadakan secara virtual, kita berharap, konferensi memberi kesempatan besar untuk bertukar ilmu pengetahuan, serta membangun jaringan menjadi komunitas yang kuat dari persekutuan intelektual dan professional,” sebutnya.

ICSAB tahun ini menghadirkan 5 orang pembicara kunci (keynote speakers) dan 174 makalah yang masuk.

Untuk 5 orang pembicara kunci yakni, Prof. Hiroki Oue, The Dean of United Graduate School of Agricultural Science, Ehime University, Japan; Assoc. Prof. Ts. Dr Shamsiah Abdullah Faculty of Plantation and Agrotechnology, UiTM Malaysia; Patpent Penjumras, PhD, Maejo University, Thailand; Dr. Wida Susanty Haji Suhaili, Universiti Teknologi Brunei, Brunei Darussalam; Suha Gaafar B. Elsoragaby, Ph.D, University of Khartoum, Sudan; dan Dr. Renny Eka Putri, Faculty of Agricultural Technology Andalas University, Indonesia.

Prof. Hiroki Oue dari Ehime University Japan, mengemukakan pembahasan tentang Perbandingan dalam Konduktansi Stomata dan Laju Transportasi Elektron dari Empat Kultivar Beras Jepang. Dikatakannya, kondisi iklim global dengan cuaca yang tidak menentu, dan dipengaruhi oleh suhu udara yang tinggi, produksi dan kualitas beras telah dilaporkan menurun.

Menurutnya, memilih panas kultivar toleran merupakan salah satu penanggulangan masalah. “Sebagai pendekatan mekanisme toleransi panas beras, sifat konduktansi stomata (gs) dan laju transpor elektron (ETR) dibandingkan antara empat kultivar; Koshihikari (KH), Nikomaru (NM), Hinohikari (HH) dan Himenorin (HR) kultivar baru yang dikembangkan di Prefektur Ehime,” terang Hiroki.
(**)