Iwosumbar.com, Padang – MENCOBA dan membuktikan bahwa diri bisa berguna bagi banyak orang, salah satunya adalah melalui tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian kepada Masyarakat.
“Melalui Pengabdian pada masyarakat betapa banyak peluang untuk bisa bermanfaat untuk orang lain. Semakin banyak kita berbuat dan bermanfaat orang lain semakin banyak kepuasan yang dimiliki secara otamatis semakin kokoh kebahagiaan yang dirasakan”
Demikian diungkapkan oleh Dr. Khairani, M.Pd Dosen Jurusan Geografi UNP, yang lahir di Kamang Mudik Agam, 62 Tahun silam dengan motto hidup yang merujuk pada hadis Nabi Sabda Nabi Muhammad SAW Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain.
“Pengabdian merupakan amanah yang harus benar-benar dijalankan, karena amanah ini adalah tanggung jawab kita kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Lembaga yang telah memberikan amanah, ” ujarnya .
Lebih lanjut pak Khai yang biasa dipanggil ini mengatakan, bahwa melalui pengabdian bisa membantu masyarakat memperbaiki derajat hidupnya, dan juga membantu remaja putus sekolah, dan dengan pelatihan orang itu bisa melanjutkan sekolah dengan biayanya sendiri.
Sejumlah kegiatan yang telah dilakukan oleh Khairani dan Tim antara lain: – Pelatihan Ketrampilan Kewirsusahaan sandal, kotak kue dan sablon mug bagi remaja dan majelis Taklim.
-Pelatihan ketrampilan kewirausahaan di Kamang Mudiak Agam. Pelatihan keterampilan kewirausahaan sabun diterjen dan pencuci piring bagi anak anak yatim ponpes Alfalah Padang.
-Pengabdian bersama mahasiswa Mata Kuliah di Kamang Mudiak pembuatan sandal.
-Pelatihan keterampilan souvenir wisata dan sabun cuci piring untuk warga IKKM Kota Payakumbuh serta, -Pelatihan Ketrampilan kewirausahaan sabun pencuci piring di mushalla Baiti Izza Pasa Dama Tilkam, serta masih banyak lagi kegiatan lainnya.
Bagi Pak Khai akan sangat rugi jika menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadikan bahagia. “Melalui pengabdian masyarakat kita bisa memanfaatkan peluang menjadikan masyarakat yang awalnya kurang sejahtera menjadi lebih sejahtera, yang awalnya kurang mampu bisa menjadi sukses, yang pesimis menjadi optimis” , ujarnya. (AK)






