IWOSUMBAR.COM, PADANG – PERISTIWA bencana alam sering kali memberikan dampak besar terhadap masyarakat, termasuk sektor pendidikan. Indonesia merupakan negara kepulauan rentan terhadap berbagai bencana alam seperti gunung meletus, longsor, dan banjir.
Kemendikbudristek telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai upaya mitigasi dan pencegahan bencana.
Pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekretaris Daerah Kota Padang, Andree H. Algamar, menekankan pentingnya berkalaborasi guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Ada empat hal penting dalam mitigasi bencana, termasuk ketersediaan informasi dan peta rawan bencana, sosialisasi kepada masyarakat, pengetahuan tentang tindakan mitigasi, serta penataan kawasan rawan bencana”, ujarnya.
Hendri Zulviton, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, menegaskan pentingnya pelaksanaan Bimtek SPAB yang diikuti oleh kepala sekolah dari berbagai tingkatan pendidikan di zona merah.
Harapannya, peserta Bimtek dapat menerapkan program SPAB secara mandiri di satuan pendidikan mereka masing-masing, sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan keberlanjutan dalam menghadapi ancaman bencana.
Dalam acara tersebut, turut hadir sebagai narasumber Sekretaris Daerah Kota Padang, Kepala BPBD Kota Padang, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan KOGAMI, yang memberikan wawasan dan pengalaman dalam pelaksanaan program SPAB.
Dengan adanya upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan lembaga terkait, diharapkan kesiapsiagaan bencana di Kota Padang dan wilayah sekitarnya dapat ditingkatkan secara signifikan. (**)






