(Poto ilustrasi dok Google)
IWOSUMBAR.COM, PADANG- FENOMENA “perang sarung,” yang kerap terjadi di kalangan remaja, kini menjadi perhatian serius Polda Sumbar. Dikhawatirkan, praktik ini dapat memicu gelombang tawuran antar kelompok remaja di berbagai wilayah, mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar dengan tegas mengimbau para remaja dan kelompok terkait untuk menghentikan praktik perang sarung dan tawuran.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Dwi Sulistyawan, menegaskan bahaya dari fenomena ini, yang sering dianggap sebagai permainan tidak berbahaya oleh sebagian remaja.
“Perang sarung bukanlah sekadar permainan biasa. Selain dapat menyebabkan cedera serius, fenomena ini juga dapat memicu pertikaian dan tawuran antar kelompok,” jelasnya.
Polda Sumbar akan mengintensifkan patroli dan kegiatan preventif untuk mengatasi dan mencegah perang sarung serta tawuran.
Masyarakat, terutama orang tua dan tokoh masyarakat, diimbau untuk berperan aktif dalam mengawasi dan mengarahkan anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam praktik merugikan ini.
Diharapkan dengan kerja sama antara masyarakat dan aparat kepolisian, fenomena perang sarung dan tawuran di kalangan remaja dapat diminimalisir bahkan dihilangkan dari lingkungan sosial di Kota Padang dan Sumatera Barat pada umumnya. (**)






