Politik

Sinergi LPS dan Bank Sampah untuk Wujudkan Kota Bersih

2
×

Sinergi LPS dan Bank Sampah untuk Wujudkan Kota Bersih

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: Sinergi LPS dan Bank Sampah untuk Wujudkan Kota Bersih)

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan pentingnya sinergi antara Lembaga Pengelola Sampah (LPS) dan Bank Sampah sebagai kunci untuk mewujudkan Kota Padang bebas sampah.

Hal ini disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Pengurangan Sampah bersama pengurus LPS dan Bank Sampah se-Kota Padang, yang digelar di Ruang Bagindo Aziz Chand, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (19/5/2025).

“Sinergi dan kerja sama antara LPS dan Bank Sampah adalah suatu keharusan. Kita tidak ingin Padang berada dalam kondisi darurat sampah. Cita-cita Bapak Wali Kota yang tertuang dalam visi misi adalah menggerakkan seluruh potensi yang ada, termasuk optimalisasi peran LPS dan Bank Sampah,” ujar Maigus.

Disampaikan, perlunya komitmen dan visi bersama dari seluruh pihak untuk mencapai target kota bebas sampah. Pemerintah Kota Padang sendiri telah menyusun langkah-langkah strategis dengan semangat Adipura sebagai landasan.

“Semangat Adipura ini menjadi alasan mengapa pengelolaan kebersihan kota kini dipusatkan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Tidak hanya kebersihan pasar, tetapi juga kawasan wisata dan taman, semua berada di bawah komando DLH,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan fungsi LPS, Pemko Padang mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,3 miliar pada APBD Perubahan 2025. Dana tersebut akan digunakan untuk menambah armada becak motor (bentor) bagi LPS.

“Akan ada penambahan 152 unit bentor agar operasional LPS lebih optimal,” ungkap Maigus.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, mengungkapkan bahwa Kota Padang menghasilkan sekitar 750 ton sampah setiap hari. Karena itu, diperlukan pengelolaan dan pengurangan sampah langsung dari sumbernya.

“Dalam penanganan sampah, LPS menjadi garda terdepan. Sedangkan untuk pengurangan, Bank Sampah memiliki peran strategis,” ujarnya.

Fadelan juga menyebut, pihaknya menargetkan hanya 10 persen dari total sampah yang ditimbun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dalam tiga tahun ke depan.

“Dari 750 ton sampah per hari, sebanyak 250 ton akan dikomposkan, 75 ton dimanfaatkan untuk pakan maggot, 200 ton dijadikan RDF (Refuse-Derived Fuel), dan 150 ton didaur ulang. Dengan demikian, hanya 75 ton yang masuk ke TPA,” ujarnya.