IWOSUMBAR.COM, PADANG- Hari Raya Idul Adha identik dengan ibadah kurban, yang berakar dari kisah penuh pengorbanan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Peristiwa ini menjadi simbol kepatuhan dan keimanan yang mendalam kepada Allah SWT.
Dalam sejarahnya, Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Meskipun berat, beliau menyampaikan perintah tersebut kepada sang anak. Nabi Ismail AS pun dengan sabar dan ikhlas menerima keputusan ayahnya sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan.
Saat Nabi Ibrahim AS hendak melaksanakan penyembelihan, Allah SWT mengutus malaikat untuk menggagalkan proses tersebut. Sebagai gantinya, Allah menggantikan seekor domba jantan untuk disembelih. Peristiwa ini menandai kebesaran dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang taat dan sabar.
Kisah ini menjadi landasan utama pelaksanaan ibadah kurban dalam Islam. Umat Muslim di seluruh dunia memperingatinya setiap tanggal 10 Zulhijjah dengan menyembelih hewan ternak, seperti kambing, sapi, atau unta, sebagai simbol pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Ibadah kurban tidak hanya menjadi bentuk syukur dan kepatuhan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial, karena daging hewan kurban dibagikan kepada yang membutuhkan.






