Nasional

Setelah Galodo, Sumatra Barat kembali berduka di awal tahun 2026

0
×

Setelah Galodo, Sumatra Barat kembali berduka di awal tahun 2026

Sebarkan artikel ini
(Ket Photo Humas Pemprov, Gubernur Mahyeldi meninjau lokasi terdampak banjir di Maninjau kabupaten Agam,)

PADANG -Belum pulih sepenuhnya dari bencana galodo November 2025, hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sejak Kamis hingga Jumat (2-3/Januari 2026) kembali memicu banjir di sejumlah daerah.

Hingga Sabtu pagi, ribuan rumah warga di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari lima puluh sentimeter hingga mencapai satu setengah meter.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat mencatat, wilayah terdampak meliputi Kota Padang, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, serta Kabupaten Solok.

Di Kota Padang, luapan Sungai Batang Kuranji merendam permukiman warga di kawasan Pasar Lalang, Rawang, Siteba, hingga Nanggalo. Sementara itu, meluapnya Sungai Gunung Nago dan Batang Arau menyebabkan akses jalan di kawasan Batu Busuk terputus.

Hingga Jumat malam, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sedikitnya seribu dua ratus kepala keluarga ke sejumlah posko pengungsian sementara, yang berada di masjid dan kantor pemerintahan.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbar menyebutkan, proses evakuasi diprioritaskan bagi lansia, anak-anak, dan ibu hamil, dengan menggunakan perahu karet karena derasnya arus air di beberapa lokasi.

Selain merendam permukiman, banjir juga merusak infrastruktur. Dua jembatan penghubung desa di Padang Pariaman dilaporkan terputus, sementara longsor terjadi di sejumlah ruas jalan kabupaten, mengakibatkan akses transportasi sempat lumpuh.

Di sektor pertanian, ratusan hektare sawah yang baru ditanami dipastikan gagal panen akibat terendam banjir dan lumpur.

Meninjau lokasi pengungsian Sabtu pagi, Gubernur Sumatera Barat menetapkan status Tanggap Darurat Bencana bagi wilayah terdampak paling parah. Gubernur mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah daerah telah menginstruksikan Dinas Sosial dan BPBD untuk memastikan ketersediaan logistik, obat-obatan, serta makanan siap saji di seluruh posko pengungsian.

Masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan segera mengungsi apabila debit air di sekitar tempat tinggal kembali meningkat.