Nasional

Raih Cumlaude, Jose Rizal Tawarkan Neo-Webwerian Digital Untuk Reformasi Birokrasi Daerah

48
×

Raih Cumlaude, Jose Rizal Tawarkan Neo-Webwerian Digital Untuk Reformasi Birokrasi Daerah

Sebarkan artikel ini
(Ket Photo: Raih Cumlaude, Jose Rizal Tawarkan Neo-Webwerian Digital Untuk Reformasi Birokrasi Daerah)

DEPOK – Jose Rizal resmi meraih gelar Doktor Sosiologi Universitas Indonesia ke-143 dengan predikat cumlaude, setelah mempertahankan disertasi berjudul “Transformasi Arena Birokrasi di Era Digital: Aktor, Struktur, dan Habitus dalam Jakarta Smart City” pada Sidang Promosi Doktor, Rabu (7/1/2026).

Sidang yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB di Ruang Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI Depok itu dipimpin oleh Prof. Dr. Dody Prayogo, MPSt selaku Ketua Sidang. Bertindak sebagai promotor adalah Prof. Iwan Gardono Sudjatmiko, Ph.D, dengan Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc. sebagai ko-promotor.

Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, M.A., Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc., Dr. Indera Ratna Irawati, M.A., dan Dr. Sulastri, M.Si. Sidang berlangsung dinamis, dengan diskusi kritis seputar masa depan birokrasi Indonesia di tengah gelombang digitalisasi.

Dalam disertasinya, Kepala Bagian Kelembagaan Kemendagri ini memperkenalkan novelty teoretik Neo-Weberian Digital (NWD), sebuah kerangka yang menegaskan bahwa digitalisasi tidak menghapus birokrasi Weberian, melainkan mentransformasikannya menjadi arena baru yang diwarnai data, platform, dan algoritma. Studi kasus Jakarta Smart City menunjukkan bagaimana relasi aktor, struktur, dan habitus birokrasi berubah secara mendasar.

Menurut Jose yang juga akrab dikenal sebagai Sosiolog IPDN ini, NWD menawarkan jalan tengah antara efisiensi digital dan legitimasi negara.

“Digitalisasi pemerintahan akan gagal bila hanya berhenti pada aplikasi. Ia harus menata ulang struktur, etika, dan peran aparatur,” ujarnya. Model ini dinilai relevan bagi pemerintah daerah untuk mengefisienkan anggaran, memangkas duplikasi program, dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik tanpa kehilangan akuntabilitas.

Promotor Prof. Iwan Gardono Sudjatmiko, Ph.D menilai disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi ilmu sosiologi pemerintahan.

“Neo-Weberian Digital memberi perspektif baru bahwa efisiensi tidak harus mengorbankan legalitas dan etika,” ujarnya.

Tim penguji sepakat bahwa novelty NWD relevan bagi agenda reformasi birokrasi nasional. Sidang promosi ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah.