PADANG – SDN 49 Batang Kabung yang berada di Kecamatan Koto Tangah kini resmi dibangun kembali oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).
Prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) digelar di kawasan Pulai, Koto Tangah, Jumat (20/2/2026), menandai dimulainya pembangunan fisik sekolah tersebut.
Diketahui, sejak terdampak banjir, para siswa terpaksa menumpang belajar di sekolah lain karena kondisi bangunan yang rusak berat berat.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengapresiasi langkah cepat BUMN tersebut. Ia menyebut, dari total 22 sekolah yang terdampak banjir di Kota Padang, SDN 49 Batang Kabung mengalami kerusakan paling parah.
“Sinergi seperti ini sangat kami harapkan terus berlanjut, termasuk untuk pembangunan hunian tetap (huntap) dan fasilitas pesantren di sekitar lokasi,” ujar Fadly.
Pembangunan sekolah ditargetkan rampung pada 2026 dan dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru. Gedung baru akan terdiri dari enam ruang kelas dengan desain dua lantai, serta empat ruang fungsional untuk mendukung proses belajar mengajar. Seluruh fasilitas dirancang dengan standar konstruksi yang kuat dan aman.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Inalum sebagai bentuk komitmen pemulihan sarana pendidikan pascabencana di Sumatera Barat.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menyampaikan bahwa pembangunan SDN 49 Batang Kabung merupakan satu dari tiga proyek sekolah yang dibangun Inalum di wilayah terdampak bencana di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Andre Rosiade, Gubernur Mahyeldi, Kepala Badan Pengelola BUMN/COO Danantara Dony Oskaria, serta Ketua DPRD Kota Padang Muharlion.
Antusiasme warga Koto Pulai, orang tua murid, dan siswa terlihat tinggi. Mereka memadati lokasi pembangunan untuk menyaksikan momen tersebut. Ada juga pembagian 500 paket sembako dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.






