PADANG – Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berkarakter dan berintegritas melalui penguatan nilai -nilai spiritual lintas agama. Komitmen disampaikan Fadly Amran, saat menghadiri pembukaan kegiatan pembinaan iman bagi ribuan siswa Katolik dan Kristen, Senin (23/2/2026).
Kegiatan pertama digelar di Aula SMA Don Bosco Padang ini diikuti sekitar 2.500 siswa Katolik dari jenjang SD hingga SMA. Wako Fadly secara resmi membuka Kegiatan Pastoral Katolik 2026 bertema “Gerakan Misionaris Gereja dalam Menghadirkan Pengharapan”.
Program yang berlangsung hingga 17 Maret tersebut dirancang sebagai wadah pembinaan karakter dan penguatan iman, sejalan dengan program Pesantren Ramadan bagi siswa Muslim di Kota Padang.
Dalam sambutannya, Fadly menyatakan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual, terutama dalam menyongsong bonus demografi 2045.
“Kita harus menyiapkan mereka menjadi the next leaders. Tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam iman. Inilah ruh dari program Padang Juara,” katanya.
Ia juga membuka peluang bagi para siswa untuk memperluas wawasan global melalui program beasiswa kuliah gratis ke Tiongkok hasil kerja sama Pemko Padang dengan Provinsi Guangdong.
Agenda kemudian berlanjut di Bagindo Aziz Chan Youth Center, tempat digelarnya Pembinaan Iman Siswa -Siswi Kristen Tahun 2026. Kegiatan bertema “Takut Akan Tuhan Permulaan Pengetahuan” ini diikuti sekitar 1.500 siswa dari berbagai sekolah di Padang.
Kata Fadly, pendidikan agama menjadi fondasi utama dalam membentuk pribadi yang berintegritas.
“Juara bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga kualitas keimanan dan karakter,” ujarnya.
Ketua Umum PGIW Sumbar, Daniel Marpaung, turut menyampaikan harapannya agar pembinaan ini mampu melahirkan generasi yang menjunjung tinggi toleransi dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yopi Krislova, Ketua FKUB Salmadanis, serta sejumlah tokoh agama dan pengelola yayasan pendidikan.






