JAKARTA -Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat langkah rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana sekaligus menargetkan diri sebagai percontohan nasional penanganan bencana terintegrasi.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat bertemu Kepala Bappenas/Menteri PPN, Rachmat Pambudy, di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Mahyeldi meminta percepatan realisasi dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) agar tidak terjadi keterlambatan seperti sebelumnya. “Pentingnya dukungan pemerintah pusat supaya proses pemulihan berjalan cepat dan masyarakat segera bangkit”, ujarnya.
Dikatakan, Sumbar perlu memperluas pendekatan mitigasi dari fokus gempa dan tsunami menjadi penanganan multi-bencana. Penguatan tata ruang berbasis peta rawan bencana serta sistem peringatan dini (early warning system) menjadi prioritas.
Pemprov Sumbar juga mendorong perhutanan sosial sebagai strategi mitigasi ekologis. Konsep green province dinilai sejalan dengan upaya pengurangan risiko bencana berbasis lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Rachmat Pambudy menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan rehab rekon di Sumbar. Bappenas tengah menyusun rencana induk sebagai dasar pelaksanaan program, termasuk penguatan early warning system yang terintegrasi dengan aksi cepat di lapangan.
Bappenas bahkan mempertimbangkan Sumbar sebagai daerah percontohan model penanganan bencana nasional. “Penguatan kelembagaan kebencanaan seperti BPBD dan pusat studi kebencanaan di perguruan tinggi, serta integrasi teknologi modern dengan kearifan lokal, juga menjadi fokus saat ini”, kata dia.
Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan, Medrilzam, mengusulkan Sumbar sebagai pilot project pengembangan satu data kebencanaan nasional. Program rehab rekon direncanakan dimulai April 2026 setelah masa tanggap darurat dan transisi berakhir.
Dengan sinergi pusat dan daerah yang semakin kuat, Sumbar diharapkan tidak hanya pulih dari bencana, tetapi juga menjadi provinsi tangguh, adaptif, dan berkelanjutan menghadapi berbagai risiko di masa depan.






