PADANG — Menunggu waktu berbuka puasa menjadi momen yang dinanti-nanti setiap sore di bulan suci Ramadhan. Di Kampung Guci RW 08 RT 02, Parupuk Tabing, puluhan anak memilih menghabiskan waktu ngabuburit di Masjid Ukhuwah dengan berbagai aktivitas.
Sejak siang hingga menjelang sore, suasana masjid tampak selalu ramai. Anak-anak terlihat ceria meski tengah menahan haus dan lapar. Ada yang bermain gim di ponsel memanfaatkan fasilitas wifi gratis, ada yang bercengkerama dengan teman, hingga sekadar beristirahat di dalam masjid yang sejuk ber-AC.
Marbot Masjid Ukhuwah, Pak Buyung, atau ustadz Bus mengatakan kehadiran anak-anak di masjid memang sudah menjadi pemandangan sehari-hari, terlebih saat Ramadhan.
“Memang sebelumnya anak-anak ini sudah sering bermain di sekitar masjid. Apalagi di bulan Ramadhan, sebagian besar mereka berpuasa, jadi lebih suka berkumpul di dalam masjid sambil menikmati wifi gratis,” ujarnya.
Tak hanya bermain, anak-anak tersebut juga merupakan peserta rutin mengaji dan mengikuti program Pesantren Ramadhan yang digelar pengurus masjid.
Meski suasana ramai dan penuh canda, pengurus masjid tetap melakukan pengawasan. Anak-anak diingatkan untuk menjaga adab dan kebersihan selama berada di rumah ibadah.
“Mereka tetap kita ingatkan agar tidak bergelut, tidak bersuara keras, apalagi berkelahi. Termasuk menjaga kebersihan dan tidak mengeluarkan kata-kata kasar selama di dalam masjid,” tegas Ustadz Buyung.
Salah seorang anak, Rafa, mengaku senang menghabiskan waktu di masjid. Selain suasananya nyaman dan sejuk karena ber-AC, ia juga bisa menggunakan wifi gratis dan berdiskusi bersama teman-temannya terkait materi Pesantren Ramadhan.
“Di sini enak, sajuak, ada wifi, bisa main dan juga belajar,” katanya singkat.
Kehadiran anak-anak di Masjid Ukhuwah ini menjadi gambaran bahwa Ramadhan tak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan serta menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.






