PADANG -Tekanan terhadap Semen Padang FC kian besar setelah hasil kurang memuaskan dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Kekalahan telak 0-4 dari Bhayangkara FC membuat tim berjuluk Kabau Sirah terpuruk di dasar klasemen sementara dan berada di zona degradasi.
Menghadapi pekan ke-24, Semen Padang FC akan menjamu PSIM Yogyakarta pada Rabu (4/2) di Stadion GOR Haji Agus Salim. Laga kandang ini menjadi momentum krusial bagi Kabau Sirah untuk bangkit dan mengamankan poin penuh di hadapan pendukung sendiri.
Direktur Utama Semen Padang FC, Hermawan Ardiyanto, di media menerangkan bahwa kondisi sulit yang dihadapi tim tidak membuat manajemen menyerah. Ia memastikan perjuangan belum berakhir dan seluruh elemen klub akan terus berjuang hingga kompetisi musim ini tuntas.
Menurutnya, berbagai langkah pembenahan telah dilakukan secara maksimal sepanjang putaran kedua. Namun, jika hasil di lapangan masih belum sesuai harapan, manajemen siap mengambil keputusan cepat dan tegas.
“Kami belum menyerah. Manajemen terus melakukan evaluasi. Putaran kedua ini kami sudah habis-habisan melakukan pembenahan. Kalau hasilnya belum maksimal, tentu akan ada evaluasi,”
Ia juga menyampaikan optimisme bahwa Kabau Sirah mampu bangkit dalam pertandingan- pertandingan selanjutnya. Dukungan penuh suporter dinilai menjadi faktor penting untuk mengangkat moral pemain dan membantu tim keluar dari tekanan serta ancaman degradasi.





