PADANG- Manajemen Semen Padang FC dikabarkan telah mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Dejan Antonic pada Kamis (5/3/2026). Keputusan tersebut diambil tidak lama setelah tim berjuluk Kabau Sirah bermain imbang tanpa gol saat menjamu PSIM Yogyakarta pada lanjutan pekan ke-24 BRI Super League musim 2025/2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, berakhir dengan skor 0-0. Hasil tersebut menjadi puncak dari rangkaian performa kurang memuaskan yang membuat Semen Padang FC masih terjebak di zona degradasi klasemen sementara.
Dalam pertandingan tersebut, Semen Padang FC sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan. Tim tamu harus bermain dengan 10 orang setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah. Namun keunggulan jumlah pemain itu gagal dimanfaatkan secara maksimal oleh tuan rumah hingga peluit akhir dibunyikan.
Hasil imbang di kandang sendiri itu dinilai semakin memperburuk situasi tim yang tengah berjuang keluar dari papan bawah klasemen.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Oktober 2025, Dejan Antonic belum mampu membawa perubahan signifikan bagi performa tim. Dari total pertandingan yang dijalani selama masa kepemimpinannya, Semen Padang FC hanya mampu meraih 3 kemenangan. 4 hasil imbang dan 9 kekalahan.
Catatan tersebut membuat posisi Semen Padang FC belum beranjak dari zona merah klasemen.
Sebelum laga melawan PSIM Yogyakarta, manajemen klub juga disebut telah memberikan ultimatum kepada Dejan. Hasil pertandingan itu menjadi penentu nasibnya di kursi pelatih.
Usai pemecatan tersebut, manajemen Semen Padang FC dikabarkan tengah bergerak cepat mencari pelatih baru untuk memimpin tim pada sisa kompetisi musim ini.
Sejumlah nama mulai di isukan sebagai kandidat kuat pengganti Dejan Antonic, ada nama Imran Nahumarury dan Indra Sjafri.





