JAKARTA -Prabowo Subianto menegaskan sikap Indonesia terkait meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Pemerintah Indonesia memastikan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas dan aktif serta tidak berpihak pada salah satu blok dalam konflik tersebut.
Dalam beberapa kesempatan, termasuk saat berdialog dengan tokoh bangsa, Presiden menegaskan bahwa Indonesia memilih jalur diplomasi dan perdamaian.
“Indonesia sejak awal berkomitmen pada politik luar negeri bebas aktif. Kita tidak berpihak pada konflik mana pun, tetapi kita selalu berdiri di pihak perdamaian dan kemanusiaan,” tegas Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya menjaga kedaulatan setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui jalur dialog.
Dalam upaya meredam eskalasi konflik, Indonesia bahkan menyatakan kesediaannya untuk berperan sebagai mediator. Menurut Presiden, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah telah menyambut baik inisiatif tersebut.
Di tengah situasi yang terus memanas, Prabowo juga kembali menegaskan dukungan konsisten Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Indonesia, kata dia, siap berkontribusi dalam menjaga stabilitas kawasan, termasuk kemungkinan mengirim pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat internasional apabila dibutuhkan untuk membantu situasi kemanusiaan di Gaza Strip.
Selain aspek geopolitik, Presiden turut mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi potensi dampak ekonomi global akibat perang tersebut. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah juga telah membentuk tim respons krisis untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang berada di wilayah konflik, khususnya di Teheran dan sekitarnya.
“Keselamatan warga negara Indonesia adalah prioritas utama. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan menyiapkan langkah evakuasi jika diperlukan,” sebut Presiden.





