Berita

10 Huntap Kampung Tangguh Kadin di Batu Busuk Diserahkan

1
×

10 Huntap Kampung Tangguh Kadin di Batu Busuk Diserahkan

Sebarkan artikel ini
(Ket Photo: 10 Huntap Kampung Tangguh Kadin di Batu Busuk Diserahkan)

PADANG – Peresmian dan penyerahan kunci Hunian Tetap (Huntap) Mandiri Kampung Tangguh Kadin yang berlokasi di Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Selasa (10/3/2026) disambut antusias masyarakat setempat.

Sebanyak 10 unit hunian tetap dibangun dalam program tersebut dan diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Padang pada akhir tahun lalu.

Program pembangunan huntap ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama sejumlah pihak terkait.

Kehadiran hunian tersebut menjadi wujud kepedulian dunia usaha dalam membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak setelah bencana.

Baca Juga  Wako Padang Sidak Lomba Padang Rancak Award 2025

Selain Gubernur Mahyeldi hadir juga Walikota Padang Fadly Amran. Ia menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih kepada Kadin Indonesia dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan hunian tetap tersebut.

“Pemerintah Kota Padang mengucapkan terima kasih kepada Kadin Indonesia dan seluruh stakeholder yang telah berkolaborasi membangun hunian tetap ini. Kehadiran huntap ini tentu sangat membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang aman dan layak,” ujar Fadly.

Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan serta pembangunan pascabencana di Kota Padang.

Baca Juga  Atasi Banjir Pemko Padang Sinergi dengan Kementerian PUPR

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan pembangunan hunian tetap tersebut terwujud melalui kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Kadin daerah, hingga perusahaan dan asosiasi dunia usaha.

“Hunian tetap ini lahir dari semangat kolaborasi. Tanpa dukungan pemerintah daerah, Kadin Sumbar, serta berbagai perusahaan dan asosiasi, tentu program ini tidak akan bisa terwujud. Kami berharap model ini dapat menjadi contoh untuk membantu masyarakat terdampak di daerah lain,” ungkapnya.