Peristiwa

Wabup Pasbar Gratiskan Pungutan Pendidikan dan Kesehatan Warga

4
×

Wabup Pasbar Gratiskan Pungutan Pendidikan dan Kesehatan Warga

Sebarkan artikel ini

Iwosumbar.com, Pasbar -Pendidikan dan Kesehatan adalah menjadi Program unggulan dan dijadikan Program utama dari Pemerintahan Kabupaten Pasaman Barat.

“Dengan dua Program, pendidikan dan kesehatan ini, kita berharap Pasaman Barat bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), dan tidak tertinggal lagi,” sebut Wabup Pasbar.

Demikian disampaikan oleh wakil Bupati Pasbar Risnawanto dalam paparannya dalam diskusi santai bersama puluhan awak media dari lanjutan Bimtek Jurnalis dalam studi lapangan Kamis (9/12/21) di Aula Kantor Bupati Pasbar.

Studi lapangan puluhan jurnalis yang dipandu oleh Kominfotik Sumbar di Kantor Bupati Pasaman Barat berjalan lancar dan santai dengan saling tanya jawab.

Selain Pendidikan dan Kesehatan yang menjadi Progul Pemkab Pasbar, Wakil Bupati Risnawanto yang didampingi kepala Bapeda Harlina Syahputri dan beberapa OPD terkait.

Dalam paparannya Wakil Bupati Risnawanto mengatakan di Pasbar masyarakatnya hidup dengan rukun dan harmonis meski bercampur etnis yaitu, Mandailing, Jawa dan tentunya Minang sendiri.

“Dengan keanekaragaman suku dan etnis, kita membangun Pasaman barat bersama sama dengan nagari nagari secara bergotong royong” ujarnya.

Dikatakan penghasilan dari Pasaman Barat sebagian besar dari pertanian dan perkebunan dengan produk unggulan diantaranya, Sawit, Jagung dan Coklat serta hasil lautnya.

“Dalam menjalankan produk unggulan ini kita terus melakukan sinergi baik bersama Pemprov maupun daerah sendiri,” ujarnya.

Risnawanto menyampaikan selepas dilantik pada 21 Februari 2021, langsung melaksanakan visi dan misi, Yaitu Program Kesehatan dan Pendidikan dengan melakukan pelayanan prima kepada masyarakat, termasuk dengan pelayanan kesehatan gratis.

“Kita melakukan pelayanan prima kepada masyarakat dengan nol pungutan baik di Pendidikan dan kesehatan,” sebutnya.

Pihaknya juga telah memaksimalkan kerja pelayan meski dengan segala keterbatasan dengan fasilitas yang masih sangat minim.

“Target kami paling utama untuk meningkatkan pendidikan dengan harapan menghasilkan SDM yang mampuni dan unggul,” ujarnya.

Risnawanto juga membeberkan beberapa program yang tengah berjalan seperti dibidang Pendidikan dan agama seperti Program Jumat Barokah, Mengaji dan Zakat.

Sementara, Kepala Bapeda Pasbar Harlina Syahputri menyampaikan, data data secara umum permasalahan yang dialami Kabupaten Pasaman Barat.

“Pasaman Barat masih banyak kekurangan. Dengan Belum meratanya fasilitas tersedia, sehingga sehingga membuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pasbar masih dibawah rata-rata,” ungkapnya.

Diskusi mengalir sampai pada potensi yang belum tergarap seperti rencana Geopark Talamau dan pembangunan Teluk Tapang.

Diakhir diskusi Risnawanto menambahkan dari 19 Nagari dari 11 Kecamatan saat ini pihaknya telah mengajukan tambahan pemekaran Nagari ke Pusat. Telah diusulkan sebanyak 72 dan telah memenuhi syarat atau disetujui sebanyak 59 Nagari oleh kementerian dalam negeri.