Peristiwa

Di HUT ke-18 Kabupaten Solsel, Audy Ingatkan Pekerjaan Rumah

2
×

Di HUT ke-18 Kabupaten Solsel, Audy Ingatkan Pekerjaan Rumah

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG -Wakil Gubernur Audy Joinaldy, mengikuti Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-18 Kabupaten Solok Selatan (Solsel) Jumat (7/1/2022).

Dikesempatan itu, Audy menyampaikan harapan akan keberhasilan Kabupaten Solok Selatan dalam mengelola potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakat.

Hadir mengenakan pakaian adat, tidak lupa Audy menyampaikan selamat ulang tahun ke-18 Kabupaten Solok Selatan mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Atas nama pribadi dan mewakili Pemprov Sumbar, saya ucapkan selamat ulang tahun yang ke-18 kepada Kabupaten Solok Selatan. Semoga dengan pertambahan usia ini, Solok Selatan semakin maju dan sejahtera,” katanya.

Audy mengatakan, Kabupaten Solok Selatan merupakan implementasi nyata dari otonomi daerah. Oleh karena itu Audy meminta  agar Kabupaten Solok Selatan bisa menjelma menjadi kabupaten yang maju dengan mengandalkan potensi yang dimiliki, terutama potensi kepariwisataan yang sudah berkembang beberapa tahun ke belakang.

“Solok Selatan ini sudah menjelma menjadi daya tarik wisata tersendiri di Sumbar, dengan keberadaan 1000 Rumah Gadang. Bahkan sampai dapat rekor MURI. Hal ini tentu bisa lebih dioptimalkan lagi dalam menarik kunjungan wisatawan. Sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat Solok Selatan,” katanya lagi.

Diharapkan program yang dilaksanakan oleh Kabupaten Solok Selatan dapat sinkron dengan program yang digagas oleh Pemprov Sumbar, agar memberikan dampak yang lebih maksimal. Salah satu yang mendapatkan highlight dari wakil gubernur millenial ini  program World Halal Tourism, yang membutuhkan beberapa tahapan lagi untuk dapat berjalan dengan sempurna.

Audy juga menyorot beberapa pekerjaan rumah yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, antara lain penurunan laju pertumbuhan ekonomi, peningkatan presentase penduduk miskin, peningkatan gini ratio, dan peningkatan jumlah pengangguran terbuka. (**)